Kamis , 27 Juli 2017
Home / Berita Pendidikan / Soal Ujian SD Berisi Perceraian dan Pembunuhan
soal-ujian-sd-berisi-pembunuhan-dan-perceraian
Soal Ujian SD berisi tentang pembunuhan dan perceraian (foto: facebook)

Soal Ujian SD Berisi Perceraian dan Pembunuhan

Edupost.id – Seorang netizen menuliskan kekecewaannya di akun sosial media Facebook atas konten negatif yang terdapat dalam soal ujian kenaikan kelas untuk siswa kelas II sekolah dasar. Ia mengunggah foto soal yang membahas tentang perceraian dan pembunuhan. Menurutnya, hal ini tidak layak diberikan ke siswa sekolah dasar.

“Mohon hati-hati dan awasi anak-anak anda dengan semua ilmu yang diberikan saat mereka bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN). Kementrian Pendidikan dan dewan pengawas pendidikan Indonesia karena masih belum becus membuat soal Ulangan Kelas II SD. Padahal yang membuat soalnya ini saya yakin lulusan universitas semuanya,” tulis pemilik akun Agung Suharto Dirdjosbroto.

Agung mengungkapkan, jika anak diberikan soal ujian perceraian dan pembunuhan, tentu mereka merasa sulit mencari jawabannya. Anaknya bersekolah di SDN Baru 02 Pagi dibilangan Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Inikah yang di inginkan oleh Pemerintah Indonesia kepada anak-anak kita di kelas II SD agar mereka belajar tentang Pembunuhan dan Perceraian. Jangan-jangan, mungkin kalo anak-anak kita naik ke Kelas III SD akan ada pelajaran “Pemerkosaan” dan “Penganiayaan” kali ya,” tandasnya.

Ia berharap, Menteri Pendidikan dan badan pengawas pendidikan seharusnya bekerja lebih kerasa dalam menangani kasus tersebut. Pengawasan yang dilakukan masih dinilai Agung tidak optimal. Menurutnya, mereka hanya menyiarkan dan membanggakan kegiatan yang meraka buat di media. Selaku orangtua, Agung merasa kecewa dan marah dengan hal tersebut.

“Mohon bagi para orang tua yg memiliki anak bisa share kejadian ini. Supaya pemerintah melakukan perubahan jadi lebih baik,” tambahnya. (Nisa)

Check Also

PPDB, Dua SD di Sleman Lakukan Pelanggaran

Edupost.id, Yogyakarta – Dua SD di Kabupaten Sleman diduga melakukan praktek pelanggaran dalam Penerimaan Peserta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *