Selasa , 28 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan
siswa-SMA
Ilustrasi. Siswa SMA

Tangkal Kriminalitas Siswa melalui Pengetatan Aturan

Edupost.id – Beragam cara diupayakan pihak sekolah untuk menangkal kriminalitas yang dilakukan para pelajar. Pada umumnya, pihak sekolah mulai tegas dengan mengoptimalkan kegiatan sekolah,  menertibkan siswa melalui peraturan ketat.

Waka Kurikulum SMAN 2 Yogyakarta, Jumadi menuturkan, untuk menangkal kriminalitas yang dilakukan siswanya, pihak sekolah mengetatkan kegiatan di dalam sekolah. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa kegiatan belajar di kelas maupun ekstrakulikuler.

“Salah satu yang dilakukan dengan mengoptimalkan pembelajaran, karena dengan tidak adanya jam kosong kemungkinan siswa keluyuran menjadi kecil,” ujar Jumadi.

Mata pelajaran keagamaan juga menjadi jalan ampuh untuk menanamkan karakter positif kepada siswa. Dengan nilai – nilai keagamaan diharapkan siswa sadar untuk tidak melakukan tindakan negative seperti kriminalitas.

Sementara, MTsN Babadan Baru memilih menggunakan cara tegas menangkal kriminalitas siswanya. Pengetatan aturan dilakukan agar siswa memiliki disiplin tinggi. Sesuai aturan pemerintah, sekolah ini melarang siswa membawa sepeda motor maupun ponsel ke sekolah.

“Yang membawa motor langsung kami sita. Orang tua diminta ambil langsung ke sekolah. Yang bawa HP juga kami sita, tapi tidak boleh diambil lagi sampai anak itu lulus dari sini,” ujar PLT Kepala MTsN Babadan Baru Sleman, Busyroni Majid.

Sementara ini, di sekolah ini kata Majid belum pernah ditemukan siswa yang melakukan tindakan kriminalitas. Namun, siswa yang membawa sepeda motor maupun ponsel memang sudah ada. Jika diprosentase, jumlah siswa yang melakukan pelanggaran itu sangat kecil, berada pada angka di bawah 5 persen.

Meski di sekolah masing – masing belum ditemukan tindak kriminal yang dilakukan siswanya, kedua sekolah ini mengaku selalu waspada. Terlebih, di Sleman dan Yogyakarta baru – baru ini dikabarkan ada oknum siswa yang meresahkan warga dengan melakukan tindak kriminal hingga membuat korban terluka. (Andi)

Check Also

Sumbangan-Dibatasi-SMA-di-Bantul-Buat-Prioritas

SMAN 2 Yogyakarta Kedatangan Empat Siswa Asing

Edupost.id, Yogyakarta – Sebanyak empat siswa asing dari empat negara mengikuti program International Student Cultural …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *