Sabtu , 24 Juni 2017
Home / Berita Pendidikan / Tunjangan Sertifikasi Guru Masih Kurang Tepat Sasaran

Tunjangan Sertifikasi Guru Masih Kurang Tepat Sasaran

Edupost.ID – Program Sertifikasi guru yang digulirkan oleh pemerintah justru dipandang oleh sebagian guru sebagai program yang kurang tepat sasaran. Pasalnya, dana tunjangan sertifikasi yang diterima oleh sebagian guru Indonesia selama ini belum mampu mendongkrak kompetensi yang dimiliki guru.

Guru SMAN 2 Wonosari Gunungkidul, Slamet Riyanto mengatakan, program ini tidak tepat sasaran karena selama ini banyak guru penerima dana sertifikasi yang tidak memanfaatkan dana itu untuk peningkatan kompetensi. Sebaliknya, mereka menggunakan dana itu untuk hal – hal yang tidak produktif.

Guru yang dikenal sebagai maestro guru penulis ini menambahkan, guru penerima tunjangan sertifikasi justru mengemban tanggungjawab berat untuk meningkatkan kompetensi dirinya. Salah satu yang harus dilakukan oleh guru adalah menggunakan dana tunjangan untuk mengikuti pelatihan demi peningkatan kompetensi.

“Program ini tidak tepat sasaran. Seharusnya tunjangan sertifikasi harus digunakan untuk biaya pelatihan kompetensi, bukan untuk keperluan pribadinya,” tutur Slamet yang juga salah satu pengurus pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Selama ini Slamet memang telah menerbitkan ratusan buku di samping kesibukan mengajarnya. Namun menurutnya, banyaknya karya buku yang ia terbitkan selama ini sama sekali tak bermaksud hanya untuk mengejar dana tunjangan. Sebagai seorang pendidik, sudah semestinya ia juga mengabdikan dirinya selain mengajar di kelas. (Andi)

Check Also

Raih Beasiswa S1 hingga S3 di Australia

Pemerintah Akan Hentikan Tunjangan Guru Besar Tak Produktif

Edupost.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, pemerintah akan menghentikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *