Selasa , 24 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Ujian Nasional Perbaikan Dinilai Hanya Pemborosan Anggaran
ujian nasional
Ilustrasi. Ujian Nasional (UN)

Ujian Nasional Perbaikan Dinilai Hanya Pemborosan Anggaran

Edupost.id – Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali menggelar Ujian Nasional Perbaikan (UNP). Ujian yang diperuntukkan bagi peserta UN 2015 yang inginmemperbaiki nilai ini berlangsung selama tujuh hari yakni 29-31 Agustus, serta 1, 5-7 September 2016.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Seluruh Indonesia (FSGI), Retno Listyartimenilai, program UNP yang digagas Kemdikbud hanyalah proyek boros anggaran. Keberadaan UNP tidak memiliki nilai penting lagi bagi siswa karena nilai UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. “Nilai UN sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, lalu untuk apalagi harus diperbaiki?” ujar Retno ketika dihubungi Edupost.id.

Selama ini Kemdikbud menyatakan, UN hanya untuk memetakan kualitas pendidikan antara sekolah tertentu dengan sekolah lainnya. Pemetaan ini sudah mendapatkan hasil setelah hasil UN utama diumumkan. Menurut Retno, tak ada laghi alasan bagi pemerintah untuk mengadakan UNP jika UN hanya berfungsi sebagai pemetaan kualitas.

“Jika nilai UN hanya untuk pemetaan kualitas pendidikan seperti berulang kali dinyatakan kemdikbud, lalu buatvapa diperbaiki? krn pemetaan kan memotret kondisi yg sesungguhnya, kalo diperbaiki lalu apakah secara signifikan akan mengubah hasil pemetaan? Jika jawabannya tidak dan tdk jelas mengukur apa, maka UN Perbaikan adalah proyek pemborosan keuangan negara,” tegasnya.

Pada pelaksanaannya, dampak positif UNP seperti yang diharapkan pemerintah juga tak terlalu besar dirasakan oleh siswa secara langsung. Ini terbukti, tidak semua pendaftar UNP dari seluruh Indonesia yang mengikuti ujian.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kapuspendik Kemdikbud), Prof Nizam menyebut, UNP memang tidak diwajibkan. Hanya siswa yang berniat memperbaiki nilai yang diperkenankan untuk mengikuti UNP. Peserta yang berhak mengikuti UNP adalah siswa yang memiliki nilai kurang dari atau sama dengan 55 pada mata pelajaran tertentu. Ini juga berlaku untuk mereka yang belum menempuh UN atau UN Susulan atau belum menempuh UN secara lengkap. (Andi)

Check Also

Lima Negara Maju Tanpa Adanya Ujian Nasional

Edupost.ID- Ujian nasional bukanlah hal yang asing lagi dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebagai salah satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *