Minggu , 22 April 2018
Home / Berita Pendidikan / UN Berbasis Komputer, Banyak SMA Masih Hadapi Kesulitan
UNBK
Siswa mengikuti simulasi Ujian nasional berbasis komputer (UNBK)

UN Berbasis Komputer, Banyak SMA Masih Hadapi Kesulitan

Edupost.id – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan, berdasarkan pantauan Posko UN FSGI, persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA secara umum sudah baik. Namun masih diwarnai kesulitan sinkronisasi karena kesiapan teknisi yang kurang memadai, khususnya di MA (Madrasah Aliyah).

“Mereka kekurangan jumlah komputer sehingga sekolah harus pinjam ke pihak-pihak lain, dan biaya tambahan yang lebih besar dibandingkan jika UN berbasis kertas, apalagi sebagian besar melakukan UNBK dalam tiga sesi walaupun ada yang satu sesi seperti sekolah swasta di Jakarta,” kata Heru melalui keterangan pers, Senin (9/4).

Adapun kesiapan komputer sebagai sarana UNBK SMA pada 2018 menurut pantauan FSGI di wilayah jaringannya yaitu di Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tengara Barat, dan Bengkulu dalam kondisi siap. Dengan kesiapan sarana CBT (computer base test) dalam UN, besar harapannya agar kendala teknis pada pelaksanaan UNBK SMK tidak terulang.

Kendala teknis seperti listrik padam atau kendala lain akan membuat pelaksanaannya menjadi mundur. Ini akan berakibat lelahnya fisik dan psikologis siswa dalam menunggu.

“FSGI memantau dari persiapan sarana UNBK SMA persentasenya sekitar 71 persen menunjukkan kesiapan sarana CBT yang berasal dari sekolah tersebut. Adapun 29 persen minim komputer sehingga sebagai penyelenggara UNBK SMA harus meminjam dari siswa, guru, dan sekolah lain,” kata Presidium FSGI Fahmi Hatib.

Misalnya, di SMAN 9 Kota Bengkulu, komputer yang disediakan sekolah hanya 10 unit. Sedangkan sebanyak 40 unit komputer dipinjam dari siswa.

Kemudian di SMAN 1 Monta, Bima, NTB, sekolah hanya mampu menyediakan 28 unit komputer, sedangkan 9 unit dipinjam dari guru, lalu dipinjam dari SMK terdekat 10 unit dan SMP terdekat 19 unit.

Kemendikbud mencatat, UN SMA di seluruh Indonesia diikuti oleh 1.983.568 siswa. Mereka tersebar di 21.143 sekolah. Namun belum semua siswa sudah mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sebanyak 1.812.565 di 18.353 atau 91 persen siswa sudah mengikuti UNBK sementara 171.003 siswa masih mengikuti UN berbasis kertas pensil di 2.790 sekolah. (Andi)

Check Also

Terapkan HOTS, Soal UNBK Sengaja Dibuat Sulit

Edupost.id – Mendikbud Muhadjir Effendy menyebut, pemerintah bermaksud menerapkan pola ujian High Order Thinking Skills …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=