Sabtu , 23 Juni 2018
Home / Berita Pendidikan / UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas
UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas

UN Matematika Sulit, Instagram Kemendikbud Banjir Komentar Pedas

Edupost.id – Akun instagram @kemdikbud.ri milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus dibanjiri komentar pedas dari peserta Ujian Nasional. Siswa mengeluhkan tentang soal UN Matematika yang sulit karena pemerintah menerapkan HOTS.

Sebelumnya, banjir komentar datang dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Mereka mengeluhkan sulitnya soal matematika yang tidak sesuai dengan kisi-kisi. Bahkan ada yang mengeluhkan hanya bisa menjawab benar 4 sampai 8 soal dari 40 soal yang ditawarkan.

Hingga saat ini, akun Kemendikbud terus dihujani komentar dari peserta UN Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengeluhkan sulitnya soal matematika. Seperti pada salah satu unggahan, yaitu foto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan pemantauan UN di Timika, Papua, jumlah komentar mencapai 20.300 lebih.

Komentar yang ada diantaranya, seperti yang dituliskan akun @ridapatreciaa. “Pak, kami yang kelas 9 tahun ini di sekolah saya saja masih pakai kurikulum 2006 pak-_-. Masa segala pake HOTS sama kurikulum 2013? Sedangkan kurikulum 2013 aja baru berjalan angkatan kelas 7 tahun ini. Bagaimana dengan nilai kami nanti yang rendah pak? Yang berprestasi saja belum tentu bisa menjawab pak. Sedangkan sekolah lanjutan yang diimpikan meminta nilai nem yang tinggi. Jangan gara-gara 10 persen HOTS jadi kami yang imbasnya pak, kemampuan anak di Indonesia itu berbeda-beda loh pak, 10 persen itu bukan main main loh pak, lain kali kalau mau menjalankan kurikulum 2013 irisan 2006 dijalankan pada saat memang seluruh sekolah di Indonesia sudah melaksanakan kurikulum tersebut. Ini kan nyatanya masih banyak sekolah yang melaksanakan kurikulum 2006, bagaimana nasib kami?”

 Banjir komentar yang mengeluhkan sulitnya soal matematika tersebut, terjadi hampir di setiap unggahan di akun @kemdikbud.ri. Selain itu, keluhan serupa juga disampaikan pada akun milik Mendikbud yakni @muhadjir_effendy.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan metode HOTS merupakan metode keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dituangkan dalam soal-soal yang diujikan. Tahun ini, Kemdikbud memasukkan sekitar 10 persen soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi pada soal UN.

“Soal yang diributkan itu hanya 10 persen dari jumlah keseluruhan. Hanya empat soal saja dengan kategori seperti itu,” ucapnya. Hamid menargetkan ke depan soal kategori HOTS tersebut bisa ditingkatkan jumlahnya mencapai 20 persen.

Check Also

Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan

UAD Jadi PTS Terbaik 2018 Versi SINTA

Edupost.id – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kasiyarno mengatakan, kampusnya telah menjadi Perguruan Tinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=