Rabu , 19 September 2018
Home / Berita Pendidikan / UN Online Menyulitkan Pelajar dan Guru di Sekolah Pelosok

UN Online Menyulitkan Pelajar dan Guru di Sekolah Pelosok

NTT- Tahun ini pemerintah mulai memberlakukan Ujian Nasional (UN) 2015 dengan sistem computer based test (CBT) atau UN online. Sayangnya, dalam pelaksanaannya, UN online justru akan menyulitkan siswa yang sekolahnya berada jauh dari jangkauan listrik serta akses internet.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Haulasi, Kecamatan Moimaffo Barat, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Egidius Tnesi mengungkapkan, para siswanya mayoritas tinggal di desa yang belum terjangkau aliran listrik.

Di samping itu, gedung sekolah pun belum terjangkau aliran listrik sehingga mereka sangat kesulitan bila harus menerapkan UN secara online.

“Siswa membuka komputer saja bingung mau mulai dari mana, apalagi mau akses internet. Selain itu, guru di bidang TIK pun tidak ada, sehingga kami minta bantuan guru lain untuk membawakan materi tentang internet,” papar Egidius, dilansir Okezone.

Egidius menyampaikan, selain siswa, para guru yang mengikuti ujian secara online juga terkadang kesulitan membuka perangkat laptop dan mengakses internet. Kondisi ini, lanjutnya, tentu jauh berbeda dengan para guru maupun siswa yang ada di perkotaan.

“Kami berharap UN online ini dikaji ulang lagi. Kalau mau diterapkan juga boleh, tetapi hanya bagi siswa yang berada di kota maupun mudah mengakses internet dan ada aliran listrik. Bila mau disamakan, jelas kami yang dari desa ketinggalan,” jelasnya.

Check Also

Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan

UAD Jadi PTS Terbaik 2018 Versi SINTA

Edupost.id – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kasiyarno mengatakan, kampusnya telah menjadi Perguruan Tinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=