Sabtu , 25 Februari 2017
Home / Berita Pendidikan / UNBK Numpang Di Sekolah Lain, Dikhawatirkan Ganggu Psikologis Siswa
Ujian tertulis
Ilustrasi. Ujian tertulis

UNBK Numpang Di Sekolah Lain, Dikhawatirkan Ganggu Psikologis Siswa

Edupost.ID – Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan prosentase sekolah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memang sebuah upaya positif. Hanya saja, kebijakan mendorong sekolah yang belum siap secara fasilitas untuk menumpang UNBK di sekolah lain justru dikhawatirkan mengganggu aspek psikologis siswa, terutama siswa SMP/MTs.

 

“Yang belum dipikirkan oleh pemerintah adalah aspek psikologisnya. Siswa yang ujian di sekolah lain, terutama siswa SMP dikhawatirkan akan kurang nyaman sehingga mengganggu konsentrasi,” ujar anggota tim IT UNBK DIY, Eka Vicianto.

 

Di sinilah yang perlu dipikirkan lagi oleh para pemangku kebijakan. Memperbanyak sekolah melaksanakan UNBK memang bagus karena lebih efisien dan memperkecil kebocoran soal. Hanya saja, dampak psikologis menumpang ujian juga layak menjadi bahan perhatian.

 

Tidak hanya itu, jarak antar sekolah asal dengan sekolah tumpangan juga harus diperhatikan. Dengan melaksanakan ujian di sekolah lain tentunya membutuhkan anggaran transportasi tambahan.

 

“Biasanya ke sekolah bisa jalan kaki atau naik sepeda karena dekat, belum tentu setelah numpang ujian bisa tetap naik sepeda atau jalan kaki. Kalau jaraknya jauh kan harus naik kendaraan umum atau diantar orang tua,” imbuh Eka.

 

Terpisah, Waka Kesiswaan SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman, Ary Gunawan mengatakan sekolahnya siap menggelar UNBK secara mandiri. Sejak awal memang sekolahnya telah menargetkan akan menggelar UNBK. Dia juga setuju, menumpang ujian di sekolah lain dikhawatirkan akan mengganggu psikologis siswa.

 

“Menumpang ujian di sekolah lain memang dapat mengganggu psikologis siswa. Mereka akan menjadi kurang nyaman kalau harus ujian di sekolah lain,” ujar Ary.

 

Tahun ini, menurut Ary SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman telah menyiapkan 42 unit komputer untuk memfasilitasi 125 siswa. Pihaknya menargetkan akan menggelar UNBK dua sesi per hari. Kekurangan komputer akan dicukupi dengan laptop siswa dan guru yang siap dipinjamkan.

 

“Kami berharap dapat ujian dua sesi agar tak perlu ujian di siang hari. Kalau ujian terlalu siang dikhawatirkan juga mengganggu konsentrasi anak,” ujarnya. (Andi)

Check Also

Soal-Ujian-Terlalu-Sulit-Nilai-UN-SMP-2016-Turun

Sekolah di Kabupaten Bogor Tidak Semua Ikut UNBK

Edupost.id- Hanya sebanyak 144 SMP di Kabupaten Bogor yang tahun ini mengikuti Ujian Nasional Berbasis …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *