Jumat , 21 Juli 2017
Home / Berita Pendidikan / WCF 2016 di Bali Diikuti 180 Negara
wcf di bali
World Culture Forum (WCF) di Bali (foto: Kemdikbud)

WCF 2016 di Bali Diikuti 180 Negara

Edupost.Id, Jakarta – Bali akan kembali menjadi tuan rumah Perhelatan World Culture Forum (WCF) 2016. WCF 2016 ini akan berlangsung di Nusa Dua Convetion Center, Bali pada 10-14 Oktober mendatang. Sebanyak 1500 peserta dari 180 negara akan berpartisipasi di forum ini.

WCF merupakan perhelatan berskala internasional yang diselenggarakan sebagai inisiatif untuk mewujudkan Indonesia sebagai tuan rumah budaya di tingkat internasional. Event ini membahas isu-isu strategis dan dapat merekomendasikan kebijakan untuk pengembangan budaya dunia berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan perdamaian, kemakmuran, pelestarian, dan pengembangan kualitas hidup tingkat tinggi bagi peradaban global.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Anies Baswedan mengungkapkan, WCF 2016 akan mengambil tema Culture for an Inclusive Sustainable Planet. Dijelaskannya, Indonesia, sebagai rumah kebudayaan yang luar biasa kaya, dan harus melihat budaya bukan semata sebagai warisan tetapi sebagai elemen dasar masa depan.

“Rumah budaya Indonesia memiliki banyak unsur, sehingga kita dapat menyaksikan bagaimana masyarakat membentuk ekosistem, kekayaan kita akan menjadi inti utama utk didiskusikan,” jelasnya melalui siaran pers.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjenbud Kemendikbud), Hilmar Farid mengungkapkan, pada sisi konsep penyelenggaraan, ada dua hal berbeda yang akan dilakukan penyelenggara, yaitu adanya agenda kunjungan ke lapangan, dan keikutsertaan kaum muda.

Kearifan lokal Indonesia menjadi salah satu isu yang turut diangkat di dalam WCF 2016. Indonesia akan berbagi pengalaman mengenai kearifan lokal kepada masyarakat global untuk dapat dijadikan rujukan.

Pada kasus itu, lanjut Menteri Anies, negara-negara tersebut dapat menengok ke Indonesia yang kaya akan perbedaan.

“Kali ini kita undang mereka, masyarakat dunia, menyaksikan langsung keberadaan Indonesia. Bahkan, kita pernah mengalami konflik yang berkaitan dengan perbedaan sehingga kita ingin menceritakan kepada masyarakat dunia agar bisa menjadi rujukan menangani perbedaan,” tutupnya. (Kemdikbud/ Andi)

Check Also

Pertemun ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS) pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam

Fapet UGM Tingkatkan Kurikulum Menjadi Level Dunia

Hanoi (21/7) – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berupaya untuk meningkatkan kurikulum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *