Kamis , 21 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Yogyakarta Darurat Narkoba, Pelajar Pemakai Terbanyak
pelajar sma
Ilustrasi: Pelajar SMA

Yogyakarta Darurat Narkoba, Pelajar Pemakai Terbanyak

Edupost.id, Yogyakarta – Yogyakarta masih menjadi salah satu daerah yang berstatus darurat narkoba. Ini ditandai dengan tingginya pengguna narkoba di daerah ini. Parahnya, sebanyak 50 % pengguna adalah kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Tahun 2014 pengguna narkoba di Jogja peringkat lima nasional, tahun 2015 turun jadi peringkat 8,” ungkap Ketua Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta, Saptohadi.

Disebutkannya, pada 2014 jumlah pengguna narkoba di Yogyakarta mencapai 62.082 orang. Tahun 2015 turun menjadi 60.182 orang. Namun, Sapto meminta masyarakat tidak terlena dengan penurunan jumlah pemakai ini. Meski menurun, angka prevalensi masih di atas 2%, sehingga Yogyakarta termasuk daerah darurat narkoba.

“Daerah dikatakan darurat narkoba jika prevalensinya di atas 2%,” imbuh Sapto. Untuk mengatasi darurat narkoba ini, berbagai langkah telah dilakukan oleh BNNK Yogyakarta. Salah satunya adalah bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia (PGI), dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). BNNK Yogyakarta berharap, kampanye stop narkoba disampaikan dalam khutbah di gereja maupun masjid.

Terkait peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016, BNNK Yogyakarta telah mengikuti acara peringatan HANI tingkat DIY di Gunung Kidul Minggu (26/6) pagi. ‘Tema peringatan HANI tahun ini adalah “First Listen”. Artinya, mendengarkan suara anak – anak dan generasi muda,” ujar Sapto.

Tema ini mencoba menyasar anak – anak dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Peran keluarga, menurut Sapto, sangatlah penting dalam mencegah anak – anak menggunakan narkoba. Mendengarkan anak- anak dilakukan memberi perhatian yang baik kepada mereka.

BNNK Yogyakarta bersama satgas pelajar anti narkoba juga mengadakan kampanye simpatik stop narkoba di titik nol kilo meter. Mereka bersama – sama membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. “Harapannya muncul inspirasi – inspirasi baru dari warga masyarakat supaya ada kepedulian dari mereka tentang bahaya narkoba,” kata Sapto. (Andi)

Check Also

Giant-SMKN-2-Depok-bagi-stiker-peringati-hani

Anti Narkoba, Siswa SMKN 2 Depok Kampanye lewat Stiker

Edupost.id, Yogyakarta – Sebagai salah satu satgas pelajar anti narkoba, Gerakan Insan Anti Narkoba dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *