Rabu , 24 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Yudian Wahyudi : Harus ada Revolusi Kurikulum Nasional
siswa-SMA
Ilustrasi. Siswa SMA

Yudian Wahyudi : Harus ada Revolusi Kurikulum Nasional

Edupost.id, Yogyakarta – Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Yudian Wahyudi mengusulkan adanya revolusi kurikulum nasional di Indonesia. Hal ini terkait dengan kemunduran umat islam dalam bidang sains dan teknologi. Dikatakan Yudian, selama ini umat islam Indonesia hanya fokus mempelajari agama tanpa mempelajari sains. Padahal, menurutnya sains dan teknologi adalah ilmu yang bersumber dari Al Quran. 

Kurikulum pendidikan di Indonesia selama ini telah memisahkan antara agama dan sains. Sains yang diajarkan tak didasarkan pada prngetahuan agama. Sebaliknya, mata pelajaran agama islam juga tak diintegrasikan dengan sains.

“Harus ada SMP dan SMA yang mengajarlan MIPA seperti pendidikan modern, tapi juga diajarkan Bahasa Arap seperti di pesantren,” ujar Yudian.

Selama ini pesantren telah mengajarkan Bahasa Arab dengan kualitas yang baik. Hanya saja, penguasaan Bahasa Arab itu hanya untuk mempelajari ibadah, bukan sains. Seharusnya Bahasa Arab digunakan untuk mempelajari ibadah juga sains. Oleh karenanya, memadukan antara kurikulum pesantren dan kurikulum nasional adalah cara terbaik membangkitkan kembali penguasaan sains di kalangan umat islam.

“Kalau saya Menteri Agama, saya akan dirikan sekolah yang mengintegrasikan Bahasa Arab dan sains. Tapi sayangnya saya bukan menteri,” katanya.

Ditambahkan Yudian, kejayaan islam pad zaman Dinasti Umayah Andalusia haruslah kita kembalikan lagi. Saat itu, islam menguasai perkembangan sain. Maka tak heran jika saat itu berminculan para saiti muslim, seperti Al Jabar, Ibnu Sina, dan lainnya. Ini terjadi, menurut Yudian karena saat itu mereka mengitegrasikan antara sains dan agama.

Umat islam di Indonesia dapat mengembalikan kejayaan islam masa lampau itu asalkan dapat mengitegrasikan antara sains dan agama. Ini dapat terkadi jika dilakukan revolusi  kurikulum. Sejak jenjang SMP, siswa muslim harus mulai diajak mempelajari islam dan sains terintegrasi. Namun, menurut Yudian, untuk mencapai kejayaan islam butuh waktu yang lama.

“Kalau dimulai dari sekarang, 50 tahun lagi baru mencapai hasil. Memang butuh waktu lama untuk membangun peradaban,”imbuhnya.

Yudian pun tak berpangku tangan menunggu pemerintah memulai revolusi. Saat ini dia sudah membangun SMP yang memiliki kurilulum integrasi sains dan agama seperti konsep yang diusulkan. “Saya mendirikan SMP Sunan Averroes untuk mengaplikasikan konsep itu,” katanya. Sekolah ini berada di Komplek Pesantren Nawasea Jalan Wonosari km. 7,9. (Andi)

Check Also

siswa SD

Kurikulum Nasional Dinilai Bertentangan dengan UU Bahasa

Edupost.id – Kepala Balai Bahasa Derah Istimewa Yogyakarta menilai, kurikulum pendidikan Indonesia bertentangan dengan UU …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *