Senin , 5 Desember 2016
Home / Citizen Journalism / Alumni IPB Raih Penghargaan Pelopor Petani Muda
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

Alumni IPB Raih Penghargaan Pelopor Petani Muda

Edupost.id-  Setelah sukses mengembangkan Sarana Belajar Petani Sarjana (Sabisa) Farm saat masih menjadi mahasiswa tingkat akhir dan terus bergelut di dunia pertanian setelah lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sutarjo meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia sebagai Pelopor Petani Muda akhir Oktober 2016 lalu. Dari hasil seleksi Kementan, ada 70 orang yang mendapatkan penghargaan dan Sutarjo adalah salah satunya.

Sebagai generasi pertama Sabisa Farm, tempat calon lulusan IPB yang ingin belajar wirausaha di bidang pertanian. Lahan Sabisa Farm adalah lahan IPB yang dikelola Fakultas Pertanian (Faperta) IPB dan dipelopori oleh Gun Sutopo, alumni IPB yang sukses mengembangkan budidaya buah naga, Dekan Faperta IPB, Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) IPB, dan beberapa alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Faperta. “Di Sabisa Farm, kami digembleng selama satu tahun saat semester 7 dan 8. Waktu itu satu angkatan ada tujuh orang,” ujar pria asal Rembang ini.

Setelah satu tahun belajar wirausaha, Tarjo mempraktikkannya di lapang. Mulai dari mencari investor dan lahan, menjadi konsultan pertanian bagi petani, berjualan buah, bibit dan lain-lain. Kini Tarjo mengelola lahan di Sarjana Tani Jaya (STJ) Farm, Cijeruk Bogor dengan luas lahan sekira 0,5 hektar. Di STJ, Tarjo fokus pada buah naga, pepaya calina dan bibit-bibit buah lainnya.

“Lahan di STJ tadinya lahan yang belum optimal digunakan, lalu saya olah untuk budidaya buah naga dan pepaya. Minggu lalu, STJ sudah berhasil panen buah naga. Dengan budidaya yang baik, rasa buah naga STJ Farm lebih manis dan warna lebih menarik, karena dipanen dengan kondisi matang sempurna. Rencananya STJ Farm akan dibuat mini agro wisata,” ujarnya.

Selain membuka lahan yang belum optimal untuk pertanian menjadi lahan yang layak untuk ditanami, Tarjo juga menjadi konsultan bagi pensiunan yang ingin wirausaha di bidang pertanian. Sudah ada pensiunan di Banten yang punya lahan, untuk budidaya buah naga dan sekarang dalam tahap penanaman juga. Direct selling buah-buahan juga masih ia lakukan. Tarjo mengumpulkan buah yang berkualitas dari petani dan dijual ke konsumen yang sudah menjadi langganannya di perumahan sekitar Bogor.

Setelah lulus IPB, dua tahun lalu, Tarjo langsung terjun di dunia pertanian bermodal pengetahuan, tanpa modal dana. Menurutnya lebih baik menyalakan secercah cahaya daripada mengutuk kegelapan. Motto hidup ini ia pegang teguh.

“Sejak digembleng Pak Gun dan terbuka peluang kenal alumni yang wirausaha di bidang pertanian maka saya tertarik untuk terus bergerak (menjadi petani). Kenapa mau memulai, karena saya sebagai lulusan IPB ingin jadi petani sukses,” ujarnya.

“Harapannya ke depan IPB  mendukung penuh alumni-alumninya yang baru lulus yang mau berwirausaha bidang pertanian, agar anak muda lulusan IPB mau bergerak di bidang pertanian. Maka saya berharap ada alumni yang sudah sukses mau bantu adik-adiknya untuk berkreasi di bidang pertanian agar muncul Tarjo-Tarjo yang lain,” tuturnya.(zul)

Check Also

Institut Teknologi Bandung (ITB) Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Kemristekdikti

2 Tim Mahasiswa ITB Juarai Kompetisi Desain

Edupost.id – Kompetisi desain model bangunan pelindung pantai berupa breakwater, berhasil dimenangkan oleh 2 tim …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *