Rabu , 18 Januari 2017
Home / Citizen Journalism / Berdayakan Masyarakat Penyandang Disabilitas, Tim OSIRIS Juarai Kompetisi Socialpreneurship

Berdayakan Masyarakat Penyandang Disabilitas, Tim OSIRIS Juarai Kompetisi Socialpreneurship

Edupost.ID – Yogyakarta, Program ASEAN Young Socialpreneurship 2015 yang telah berlangsung sejak Rabu, 16 September 2015, akhirnya berakhir dengan Closing Ceremony dan Awarding Session yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Yogyakarta pada Minggu, 20 September 2015. Tim OSIRIS dari Indonesia ditetapkan sebagai pemenang pertama dengan mengusung isu pemberdayaan kelompok masyarakat penyandang disabilitas di Desa Sidomulyo, Yogyakarta.

ASEAN Young Socialpreneurship Program 2015 diadakan oleh Global Engagement Office (GEO) FISIPOL UGM yang terdiri dari serangkaian acara, yakni kompetisi business plan, workshop, visitasi ke tempat usaha bisnis sosial di Yogyakarta, dan seminar mengenai Social Enterpreneurship. Acara ini bertujuan untuk membangun wirausaha-wirausaha muda yang mampu untuk mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Sebanyak 20 tim dari Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja datang ke Yogyakarta untuk mempresentasikan social business plan mereka di hadapan para juri yang terdiri dari para akademisi dan juga praktisi social enterpreneurship. Dua puluh tim tersebut merupakan semifinalis yang berhasil menyisihkan 220 proposal social business lainnya pada babak penyisihan.

Selain mengikuti kompetisi, peserta juga dibekali melalui workshop dan seminar yang dibawakan oleh para praktisi-praktisi bisnis sosial maupun akademisi yang terkait pada bidang tersebut, di antaranya adalah Jonathan Chang (Singapore Management University), Sabrina Moestopo (CEO & Founder Kakoa Coklat), Ahmad Yuniarto (Former CEO PT Schlumberger Geophysics Indonesia), dan J.S. George Lantu (Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN). Para peserta juga melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang telah menjalankan bisnis sosial, yakni di antaranya adalah Hoshizora Foundation dan Bank Sampah Gemah Ripah di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Closing Ceremony dan Awarding Session yang berlangsung pada 20 September 2015 di Ballroom Hotel Santika Yogyakarta dihadiri oleh Dekan FISIPOL UGM, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si., Michael Putra dari Shell Indonesia, dan perwakilan Juri, yakni Jonathan Chang (Singaopre Management University), Arne Hartman (CEO & Founder Amalan Internasional), dan Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc. (Jurusan PSDK FISIPOL UGM). Pada Closing Ceremony ini juga diumumkan tim yang berhasil memenangkan kompetisi social business plan yang telah berlangsung selama 4 hari tersebut.

Penghargaan diberikan kepada Tim OSIRIS dari Indonesia sebagai Pemenang Pertama, Tim AKABA dari Filipina sebagai Pemenang Kedua, Tim IWAK.ME dari Indonesia sebagai Pemenang Ketiga, dan Tim Greenovation dari Indonesia sebagai runner up dari Kompetisi Social Business Plan ASEAN Young Socialpreneur 2015. Ketiga tim tersebut dinilai memiliki proposal bisnis sosial yang aplikatif dan memiliki potensi yang besar untuk dapat dikembangkan di masa depan serta memiliki dampak sosial yang luas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tim OSIRIS sebagai pemenang pertama mengusung isu pemberdayaan kelompok masyarakat penyandang disabilitas di Desa Sidomulyo, Yogyakarta. Program pemberdayaan kelompok masyarakat ini dikemas dalam suatu ide yang cukup unik, yakni pembuatan Es Krim Buah Naga. Mengapa Es krim Buah Naga? Menurut Sheila, salah satu anggota Tim OSIRIS yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, proses pembuatan es krim buah naga cukup mudah, penggunaan buah naga sebagai bahan es krim pun masih jarang ditemukan sehingga merupakan hal yang menarik bagi calon konsumen. Es krim juga merupakan salah satu jenis penganan yang relatif disukai oleh banyak orang sehingga pasar untuk itu akan selalu ada.

“Pengangkatan isu pemberdayaan masyarakat dengan disabilitas inilah yang menjadi nilai tambah dari tim OSIRIS. Mereka membuka kesempatan dan lapangan pekerjaan bagi kelompok masyarakat yang pada umumnya cukup sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Inclusive wealth through inclusive opportunities to work, itu adalah poin pentingya,” papar Rika Fatimah P.L, S.T, M.Sc., Ph.D (Direktur DEQPI FEB-UGM) sebagai salah satu juri pada kompetisi tersebut.

Tim OSIRIS yang terdiri dari Sheila Reswari, Aldo Egi Ibrahim, dan Ali Bahtiar Sirry ini berhak untuk mendapatkan hadiah berupa modal bisnis untuk implementasi program mereka sebesar 2500 US Dollar dan juga sesi pembinaan bisnis selama 1 tahun. Juara kedua dan ketiga akan mendapatkan biaya modal bisnis sebesar 1000 US Dollar, dan 500 US Dollar untuk runner up. Total hadiah dari kompetisi ini mencapai 4000 US Dollar.

Treviliana Putri

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *