Minggu , 26 Maret 2017
Home / Citizen Journalism / Guru Besar IPB: Kayu Bermanfaat untuk Pengawet
Kayu Bermanfaat untuk Obat, Pengawet hingga Energi
Kayu Bermanfaat untuk Obat, Pengawet hingga Energi (foto: Blogspot.com)

Guru Besar IPB: Kayu Bermanfaat untuk Pengawet

Edupost.id- Industri kayu saat ini harus bisa memanfaatkan semua bagian kayu (batang, daun, cabang, ranting, akar, kulit dan biji). Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Wasrin Syafii dalam konferensi pers pra orasi ilmiah di Exlounge Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (9/2).

Dikatakannya, saat ini industri kayu yang perlu dikembangkan adalah industri yang mampu menerapkan konsep the whole tree utilization. Jenis-jenis industri yang sesuai yaitu industri kayu komposit, industri pulp dan kertas, serta industri kimia dan energi berbasis biomassa.

Menurut Prof. Wasrin, hutan bisa menjadi sumber obat, sumber bahan pengawet dan sumber energi terbarukan. Sebagai bahan obat, kayu surian dan kayu suren mengandung zat ekstraktif yang bersifat kemopreventif untuk pencegahan maupun pengobatan kanker limfoma (kelenjar getah bening). Kayu bidara laut mengandung zat ekstraktif sebagai antimalaria. Dan ada satu jenis pohon famili Rubiacea yakni jabon merah dan pohon kina ledger yang bisa dikembangkan sebagai bahan obat antidiabetes.

“Minyak hasil penyulingan kayu surian paling potensial sebagai agen kemoprevensi untuk kanker limfoma. Kulit pohon jabon merah dan daun kina ledger berpotensi sebagai bahan obat antidiabetes. Bidara laut dari NTB dapat digunakan sebagai obat antimalaria. Namun kini sudah sulit untuk menemukan bidara laut di NTB. Oleh karena itu, harus ada upaya pengembangan pohon yang menjadi sumber obat,” ujar Wasrin.

Sementara itu, sebagai sumber bahan pengawet, Prof. Wasrin berhasil memanfaatkan kayu ulin sebagai antijamur dalam upaya pengawetan kayu. Eusiderin yang diisolasi dari kayu ulin sangat berpotensi sebagai bahan pengawet kayu terutama sebagai bahan antijamur. Selain itu, ekstrak kayu sonokeling ternyata bisa digunakan sebagai bahan antirayap.

Sebagai sumber energi terbarukan, ada beberapa untuk mengkonversi biomassa kayu menjadi energi, yakni pembakaran langsung, industri dan pembangkit tenaga listrik, karbonisasi untuk menghasilkan arang, gasifikasi, densifikasi dan teknik biokimia (untuk hasilkan bioethanol).

“Hasil konversi ini akan diperoleh energi dalam tiga bentuk yakni energi dalam bentuk padat (kayu bakar, arang, pelet kayu), gas (biometana dan biohidrogen), serta energi dalam bentuk cair (biomethanol, bioetanol dan biodiesel),” ujarnya. (zul)

Check Also

alat-bantu-penangkapan-ikan-rumpon

Pakar Perikanan IPB Kritisi Pemerintah tentang Rumpon

Edupost.id – Para akademisi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *