Kamis , 30 Maret 2017
Home / Citizen Journalism / IPB Berperan dalam Memajukan Hortikultura Nasional
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB Berperan dalam Memajukan Hortikultura Nasional

Edupost.ID- Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memberikan perannya dalam membantu memajukan hortikultura nasional, mulai dari aspek teknis hingga secara signifikan memberikan masukan kepada pemerintah dalam penyusunan regulasi hortikultura nasional mulai dari perakitan berbagai varietas tanaman hortikultura hingga teknologi produksi.

Selain itu juga turut berperan dalam pengendalian hama penyakit, pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan kelembagaan, penyusunan masterplan kawasan, standar operasional prosedur, pedoman teknis dan revisi undang-undang, termasuk juga menumbuhkan wirausaha muda pertanian bersama Fakultas Pertanian IPB.

Kepala PKHT LPPM IPB, Prof. Dr. Sobir mengatakan, IPB mengambil peran penting melalui PKHT yang telah ditetapkan sebagai pusat unggulan IPTEK. Penetapan ini, ungkapnya, karena PKHT IPB telah memberikan banyak manfaat dalam pengembangan hortikultura nasional, contohnya pepaya yang telah dikembangkan PKHT IPB yaitu pepaya callina, dimana nilai ekonominya sejak di-release sampai sekarang, termasuk multiflier effect-nya kira-kira lebih dari sepuluh tahun telah mencapai sekira Rp 30 triliun.

“PKHT juga mengambil peran dalam memberikan masukan kebijakan nasional cabai dan bawang agar lebih stabil untuk jangka 5-7 tahun mendatang. Kami juga memberikan konsep jangka panjang, yakni dengan menanam buah-buahan besar di dataran tinggi dan sayur di dataran rendah pada daerah-daerah pertanian yang sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Sekretaris PKHT IPB, Dr. Awang Maharijaya mengatakan, hortikultura ini sering disorot karena dibanding produk pertanian lain, hortikultura memiliki nilai manfaat lebih baik untuk better living, pendapatan lebih tinggi, dan sebagainya. Dari sisi lain, konsumsi makin tinggi, sehingga pada tahun 2000 hortikultura mendapat prioritas.

Dalam jumpa pers ini hadir narasumber lain, diantaranya pakar hama dan penyakit tanaman IPB Dr. Suryo Wiyono dan pakar hortikultura Dr. M. Rahmat Suhartanto. (IPB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *