Minggu , 28 Mei 2017
Home / Citizen Journalism / IPB Terapkan Rumpon Sebagai Alat Bantu Menangkap Ikan
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB Terapkan Rumpon Sebagai Alat Bantu Menangkap Ikan

Edupost.id- Peneliti dan staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB),   menempatkan rumpon sebagai alat bantu penangkapan ikan yang akan memberikan keuntungan menghemat waktu, bahan bakar minyak (hingga 46%), menaikkan hasil tangkapan (hingga 40%) serta meningkatkan pendapatan nelayan (Rp 10-60 juta per kapal).

Namun kerugian juga dapat terjadi, seperti membuka peluang penangkapan ikan dalam berbagai skala sehingga menurunkan ukuran stok sumberdaya ikan.

Dr. Roza Yusfiandayani mengatakan,“Saya setuju dengan tindakan pemerintah yang akan menghapuskan rumpon-rumpon yang dipasang oleh kapal asing. Setuju sekali kalau rumpon asing itu dimusnahkan. Karena ikan yang beruaya akan masuk ke rumpon tersebut (posisi rumpon asing yang lebih strategis) sehingga tidak masuk ke rumpon nelayan kecil,” ujar Roza.

Rumpon nelayan tradisional sebagian besar masih skala kecil, nelayan tradisional sangat terbantu dengan adanya rumpon karena dianggap efisien dalam menangkap ikan dan menghemat bahan bakar. Jika tidak ada rumpon, maka nelayan akan mencari daerah penangkapan ikan sehingga membutuhkan bahan bakar dan waktu yang kurang efisien.

Dengan melakukan riset kelayakan ekonomi terhadap pemasangan rumpon di perairan Kaur, Bengkulu. Serta berdasarkan analisis aspek ekonomi nelayan pancing tuna, diperoleh hasil NPV 74.825.326, Net B/C 2,77, IRR 76% dengan indikator >14% (suku bungan bank di Kaur) dan PP 1,24 dengan indikator <5 tahun. Secara ekonomi, hasil ini terbilang layak untuk dijalankan nelayan pancing.

Selain itu, perilaku dan karakteristik ikan yang ada di rumpon bisa dipelajari. Seperti kita ketahui, rumpon menjadi lokasi ikan untuk berasosiasi, mencari makan, tempat titik acuan navigasi bagi ikan-ikan tertentu untuk beruaya, tempat berlindung dari predator, tempat berteduh dan tempat stasiun pembersih bagi ikan tertentu.

“Dengan berkumpulnya ikan di rumpon, peneliti mudah untuk mengamati perilaku dan karakteristik serta memonitor ikan-ikan yang ada di lautan,” ungkap Roza.

Pemasangan rumpon tentu harus mengikuti aturan yang berlaku, seperti tidak mengganggu alur pelayaran, tidak dipasang pada alur laut Kepulauan Indonesia, jarak antar rumpon tidak kurang dari 10 mil laut dan tidak dipasang dengan cara pemasangan efek pagar (zig zag). (zul)

Check Also

mahasiswa IPB jadikan rambut manusia untuk suburkan tanah

Mahasiswa IPB Suburkan Tanah dengan Rambut Manusia

Edupost.id – Salon dan tempat pangkas rambut menghasilkan sejumlah sejumlah besar limbah rambut manusia yang belum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *