Selasa , 17 Januari 2017
Home / Citizen Journalism / Luncurkan Hari Berkebun, Universitas Trilogi Kobarkan Semangat Kemandirian Pangan

Luncurkan Hari Berkebun, Universitas Trilogi Kobarkan Semangat Kemandirian Pangan

Jakarta – Kemandirian pangan merupakan salah satu pokok permasalahan terbesar di dunia. Termasuk Indonesia yang secara geografis seharusnya bisa menyelesaikan permasalahan ini. Kenyataan justru sebaliknya. Perihal kemandirian pangan seakan menjadi ‘PR’ yang tidak pernah terselesaikan. Bahkan menumpuk dari satu persoalan ke persoalan lainnya.

Sebagai kampus yang salah satu fokusnya menuntaskan permasalahan kemandirian pangan, Universitas Trilogi mencoba memberikan beberapa langkah dini. Diantaranya adalah dengan secara langsung mengajak peserta didiknya untuk memanfaatkan alam sekitar. Universitas Trilogi melalui program studi Agroekoteknologinya telah memiliki program Hari Berkebun di kebun bergizi yang telah dibangunnnya. Kebun ini selain menjadi area praktikum mahasiswa juga menjadi arena mengakrabkan kembali civitas akademikanya dengan  kegiatan bercocok tanam.

“Program Studi Agroekoteknologi mengadakan program ‘Hari Berkebun.’ Program ini merupakan program di bidang pemberdayaan bagi civitas trilogi maupun masyarakat dan direncanakan akan rutin dilaksanakan ke depannya” tutur  Ahmad Rifqi Fauzi, Ketua Program Studi Agroekoteknologi Universitas Trilogi. Seperti kegiatan pada Jum’at (15/1) lalu, kegiatan Hari Berkebun Universitas Trilogi dimulai dengan kegiatan menanam tanaman sayur di lahan dan crop box yang sudah tersedia. Selain itu para mahasiswa  dan dosen yang terlibat juga diberi kesempatan menyemai benih tanaman hortikultura di Net House. Selanjutnya para peserta yang hadir diberikan kesempatan melakukan panen sayuran yang terdiri dari bayam Hijau, bayam merah, sawi hijau, kale, dan pare.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin memberikan apresiasi atas lahirnya inisiasi Hari Berkebun ini. Menurutnya dengan ide-ide kreatif seperti ini akan memunculkan semangat dalam menicptakan kemandirian pangan.

“Dengan demikian akan menumbuhkan semangat dalam mengelola kekayaan alam yang ada melalui sumber daya manusia yang produktif, lahan-lahanpun akhirnya akan menjadi produktif,” tutur guru besar IPB ini.

Jadi dalam menciptakan ketahanan pangan sudah saatnya dimulai dari lingkungan kita masing-masing. Tentunya diiringi dengan pola pikir bahwa pertanian itu bukan hanya tanggung jawab segelintir orang saja.

Check Also

SMA Muha buat Aplikasi Perpustakaan

SMA Muha Luncurkan Aplikasi Perpusakaan mLibsys

Edupost.ID – SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta telah meluncurkan aplikasi perpustakaan berbasis Android Mobile Library …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *