Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Citizen Journalism / SMPN 1 Diwek Jombang Temukan Pestisida Berbahan Alami

SMPN 1 Diwek Jombang Temukan Pestisida Berbahan Alami

Edupost.id- Penggunaan pestisida yang berlebihan untuk membasmi hama dan serangga dalam tanaman ternyata memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Wulandari, Guru IPA SMPN 1 Diwek Jombang bersama siswa Kelas VIII SMPN 1 Diwek Jombang menggunakan bahan yang aman sebagai bahan pestisida.

Wulandari mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan dari USAID PRIORITAS dirinya tergerak untuk selalu melaksanakan pembelajaran aktif berbasis saintifik. Berdasarkan hal tersebut ia mendorong siswanya untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya terbaik, salah satunya adalah dengan membuat temuan pestisida alami.

Ia kemudian menugaskan siswanya mencari literatur di internet dan perpustakaan untuk menemukan bahan alami apa saja yang bisa dipakai sebagai pengganti pestisida. “Setelah melakukan beragam percobaan akhirnya kami menemukan bahan jahe dan mengkudu adalah perpaduan yang pas sebagai pengganti pestisida,” Ungkap Wulandari.

Menurut Villia Tarien Amalina salah satu siswa yang melakukan penelitian, jahe megandung rasa pedas dan anti jamur sehingga bisa mematikan hama tanaman. Sedangkan mengkudu dapat menekan pertumbuhan bakteri dan sebagai anti bakteri untuk memproteksi tanaman. Selain jahe dan mengkudu, lanjut Villia, pestisida alami yang bisa ditambahkan adalah cabai, serai, dan daun jeruk.

Beberapa hama tanaman yang bisa dimusnahkan dengan menggunakan pestisida alami berbahan dasar jahe dan mengkudu diantaranya adalah ulat buah, kutu daun, belalang, trips, kutukebul, nematoda, dan antraknos.

Cara pembuatannya cukup mudah, 10 buah mengkudu matang dihancurkan sampai halus. Kemudian ¼ kg jahe diparut sampai halus. Kedua bahan dicampurkan dan ditambah dengan 750 ml air, lalu disaring. Air saringan tersebut dimasukkan ke dalam botol semprotan dan siap digunakan.

Mereka melakukan penelitian pada tanaman buah di sekitar halaman sekolah yang terkena hama. Setelah dilakukan penyemprotan beberapa kali, ternyata hamanya semakin lama semakin berkurang dan mati. Tanaman pun tumbuh dengan lebih sehat dan aman dikonsumsi.

“Memang tidak seperti pestisida berbahan kimia yang langsung mematikan hama saat itu juga, pestisida alami memerlukan waktu beberapa kali penyemprotan. Namun hasilnya untuk jangka panjang lebih aman dan sehat,” terang Wulandari.

Pestisida alami ini belum berniat untuk dipatenkan oleh Wulandari. “Kami masih akan melakukan penelitian ulang lagi agar hasilnya lebih sempurna,” urainya. (Dewi/Dian)

Check Also

smpn-8-yogyakarta-ubah-pelepah-pisang-jadi-pendingin-ruangan

Siswa SMPN 8 Ubah Pelepah Pisang Jadi Pendingin Ruangan

Edupost.id, Yogyakarta – Siswa SMPN 8 Yogyakarta, Finandy Arkan Ramadhan, Rafie Amandio Fauzan, dan Ridwansyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *