Senin , 5 Desember 2016
Home / Citizen Journalism / Teliti Metode Deteksi dan identifikasi Knock
Gelar Doktor Usai Teliti Metode Deteksi Dan Identifikasi Knock
Gelar Doktor Usai Teliti Metode Deteksi Dan Identifikasi Knock

Teliti Metode Deteksi dan identifikasi Knock

Edupost.id – Permasalahan knock (ngelitik) kerap terjadi pada motor bakar Otto (bensin). Suara yang terdengar seperti tumbukan benda keras ini sesungguhnya adalah bunyi yang berasal dari ledakan bahan bakar (auto ignition) yang tidak tepat pada waktu dan tempatnya (misfire) di dalam ruang bakar. Sampai saat ini, knock masih menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya dan efisiensi.

Knock mengakibatkan kehilangan daya, boros bahan bakar dan terjadi panas berlebih, dapat merusak mesin,  sehingga merugikan dan harus dihindari ataupun dicegah jangan sampai terjadi,” ujar Augustinus Sujono saat mengikuti ujian terbuka program doktor, Kamis (27/10) di Fakultas Teknik UGM.

Salah satu upaya utama untuk mengatasi knock, menurut Augustinus, adalah pengaturan waktu pengapian. Semakin besar sudut pengapian akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar, yang berarti meningkatkan daya mesin. Namun, bila sudut pengapian terlalu besar, akan terjadi knock.

Dalam penelitian yang ia lakukan, Augustinus melakukan pengembangan metode deteksi dan identifikasi knock dengan metode baru berdasarkan pengenalan pola getaran suara mesin yang merupakan rangkaian proses deteksi suara mesin dengan sensor mikrofon, penapisan dengan HPF aktif, pembuatan fungsi amplop, normalisasi, regresi, dan akhirnya identifikasi/klasifikasi dengan perhitungan jarak terhadap referensi (fungsi ketetapan).

“Metode baru ini diharapkan dapat lebih andal dan murah karena sensor mikrofon dipasang jauh dari blok mesin, sehingga tidak terpengaruh oleh panas dan lebih tahan lama. Walaupun sampai saat ini pengolahan sinyalnya menjadi lebih rumit, namun hal ini adalah tantangan yang harus diselesaikan,” ujar dosen di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UNS Surakarta ini.

Hasil dari pengapian optimum yang dilakukan menunjukkan bahwa daya naik sebesar 19,26%, dan penurunan konsumsi bahan bakar spesifik atau efisiensi meningkat sebesar 15,02%.

“Dengan metode baru berdasarkan pengenalan pola telah dapat dilakukan deteksi dan identifikasi knock dengan sensor mikrofon dan berhasil meningkatkan daya dan efisiensi motor bahan Otto (bensin) sekaligus dapat menghindari terjadinya knock,” jelas Augustinus.

Menurutnya, metode ini telah membuka wawasan akan sistem pengukuran knock tanpa perlu ukuran, atau dimensionless knock pattern measurement. Ia pun memberikan saran agar dalam waktu mendatang dapat dilakukan peningkatan kemampuan sistem ini untuk dapat mendiagnostik diri sendiri dan mentuning (menyetel) sendiri secara otomatis bila kondisi berubah secara real time. (UGM)

Check Also

UGM Juarai Kontes Robot Terbang Indonesia

UGM Juarai Kontes Robot Terbang Indonesia

Edupost.id – UGM berhasil menjuarai Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2016 yang dilaksanakan pada 23-26 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *