Minggu , 22 Oktober 2017
Home / Info Lomba / Lomba Sastra dan Seni UGM Berhadiah Ratusan Juta
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM)

Lomba Sastra dan Seni UGM Berhadiah Ratusan Juta

Edupost.id – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dan keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menggelar lomba sastra dan seni yang bertajuk revitalisasi penghargaan terhadap perbedaan. Kategori yang diperlombakan yakni lomba penulisan puisi, cerpen, kritik sastra, fotografi, penulisan meme, pembuatan film durasi 10 menit dan lomba pembuatan profil Fakultas FIB dengan durasi 7 menit.

Lomba terbuka untuk umum ini memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah. Naskah atau materi lomba harus diunggah terlebih dahulu di media sosial sebagai syarat keikutsertaan. Batas akhir pengumpulan naskah 30 September dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada Malam Anugerah Sastra dan Seni ke-4 di PKKH UGM pada 9 November.

Ketua Panitia perlombaan Dr.Aprinus salam mengatakan lomba karya sastra dan seni sudah dilaksanakan sejak 2012 silam.Namun kegiatan ini tidak dilaksanakan setiap tahun. Terhitung dua tahun terakhir, penghargaan anugerah sastra dan seni ditiadakan. Namun tahun ini digelar kembali dengan menggandeng Kagama.

“Juara pertama di setiap kategori kita beri masing-masing Rp 10 juta,” kata Aprinus kepada wartawan, Jumat (18/8), di ruang multimedia Gedung Margono FIB UGM.

Sekjen Kagama, Dr. Ari Dwipayana mengatakan, melalui ajang ini Kagama ingin mendorong reputasi UGM tidak hanya dikenal di bidang sains dan sosial humaniora, tapi juga di bidang seni dan budaya. “Kita ingin UGM tidak hanya dikenal dari ilmu Teknik, Fisipol, dan hukumnya saja tapi budayawan dan satrawan yang memiliki reputasi yang nasional dan internasional,”ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Dr Paripurna mengapresiasi kegiatan penghargaan karya sastra dan seni semacam ini. Menurutnya ajang penghargaan sastra semacam ini akan mendorong para sastrawan dan seniman lebih giat lagi dalam menghasilkan karya yang lebih baik dan berkualitas. “Kami yakin ajang ini ke depan bisa menjadi tradisi untuk bisa menghidupkan gairah para sastrawan dan seniman,”paparnya.

Dekan FIB Dr Wening Udasmoro mengatakan penghargaan sastra dan seni kali ini mengangkat tema soal multikuturalisme, kulturalisme dan revitalisasi terhadap perbedaan. Tema tersebut menurutnya menekankan pentingnya kita menghargai sebuah perbedaan.

“Dalam ruang virtual kita ada semacam degradasi bahasa, kita ingin mendorong semua orang untuk menggunakan bahasa dengan baik salah satunya lewat karya sastra,” katanya. (Andi)

Check Also

UGM Pertahankan Gelar Juara Kontes Robot Terbang Indonesia

UGM Pertahankan Gelar Juara Kontes Robot Terbang Indonesia

Edupost.id – Tim robot terbang UGM, Gamaforce, kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum pada ajang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *