Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Internasional / 617 Juta Remaja di Dunia Tidak Mahir Baca dan Matematika
617 Juta Remaja di Dunia Tidak Mahir Baca dan Matematika
617 Juta Remaja di Dunia Tidak Mahir Baca dan Matematika (huffpost)

617 Juta Remaja di Dunia Tidak Mahir Baca dan Matematika

Edupost.id – UNESCO Institute for Statistics (UIS) melaporkan sebanyak 617 juta anak-anak dan remaja di seluruh dunia tidak mencapai tingkat kemahiran minimum dalam membaca dan matematika. Menurut UIS, angka tersebut menandakan “krisis belajar” yang dapat mengancam kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

“Sekarang kita harus memastikan bahwa setiap anak di kelas itu mempelajari keterampilan dasar yang mereka butuhkan dalam membaca dan matematika minimal,” kata Direktur UIS, Silvia Montoya, dilansir dari laman resmi UIS Minggu, (24/9).

Secara global, enam dari sepuluh anak dan remaja tidak belajar minimal dalam membaca dan matematika. Total 617 juta itu mencakup lebih dari 387 juta anak usia sekolah dasar dan 230 juta remaja usia sekolah menengah pertama. Ini berarti bahwa 56% dari semua anak tidak akan mencapai tingkat kemahiran minimum pada saat mereka harus menyelesaikan pendidikan dasar. Proporsi ini bahkan lebih tinggi untuk remaja sebesar 61%.

Dalam laporan UIS, angka paling tinggi dilaporkan terjadi di Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan serta Tengah. Sub-Sahara Afrika memiliki jumlah terbesar, yaitu 202 juta anak-anak dan remaja yang tidak belajar. Di seluruh wilayah, hampir sembilan dari sepuluh anak berusia antara 6 dan 14 tahun tidak memperoleh tingkat kemahiran minimum dalam membaca dan matematika. Asia Tengah dan Selatan memiliki tingkat kedua tertinggi, dengan 81% atau 241 juta tidak belajar.

UIS menyatakan masalah tersebut terjadi akibat kurangnya akses dan anak-anak yang keluar dari sekolah hanya memiliki sedikit atau tidak memiliki kesempatan untuk mencapai tingkat kemampuan minimum. Selain itu, ada kegagalan untuk mempertahankan setiap anak tetap belajar dan mempertahankan mereka tetap di jalur. Kualitas pendidikan juga menjadi salah satu faktor.

UIS juga melaporkan, jumlah anak yang tidak mahir membaca sebagian besar adalah anak sekolah. Dari 387 juta anak usia sekolah dasar yang tidak dapat membaca mahir, 262 juta bersekolah. Ada juga sekitar 137 juta remaja usia sekolah menengah pertama yang tidak mahir membaca juga berada di kelas.

“Kita tahu di mana anak-anak ini tinggal dan bersekolah. Mereka tidak tersembunyi atau terisolasi dari pemerintah dan masyarakat, mereka duduk di kelas dengan aspirasi dan potensi mereka sendiri. Kita bisa menjangkau anak-anak ini, tapi tidak dengan hanya berharap mereka tetap sekolah dan memahami dasar-dasarnya,” imbuh Montoya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *