Sabtu , 24 Juni 2017
Home / Internasional / Ancaman Kelaparan Yaman, Tiap 10 Menit Satu Anak Meninggal
anak-anak di Yaman
Anak-anak di Yaman (medicaldaily)

Ancaman Kelaparan Yaman, Tiap 10 Menit Satu Anak Meninggal

Edupost.id – Kondisi menggenaskan terjadi di Yaman yang dalam dua tahun terakhir ini dilanda perang saudara antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah. Akibat perang saudara yang berkepanjangan itu, kelaparan di Yaman semakin memburuk. Setiap 10 menit satu anak dinyatakan meninggal.

PBB menyerukan warga dunia untuk segera membantu memulihkan situasi di sana. Dalam pertemuan para donor di kantor PBB di Jenewa, Selasa, 25 April 2017, seperti dilaporkan Reuters, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa Yaman saat ini butuh dana kemanusiaan yang sangat besar.

Sekjen Antonio menyerukan negara-negara donor untuk segera melakukan aksi nyata dengan memberikan donasi untuk mengatasi krisis pangan di Yaman. Untuk keperluan menangani krisis pangan di Yaman, PBB membutuhkan 2,1 miliar dolar AS . Dana sebesar itu dibutuhkan untuk mencegah jatuhnya korban akibat kelaparan. Berdasarkan data PBB, kata Guterres, setiap 10 menit di Yaman seorang anak di bawah usia lima tahun meninggal akibat kelaparan dan sejumlah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Namun minimnya dana kemanusiaan untuk Yaman telah membuat banyak korban kelaparan tak tertangani. Sejauh ini dana yang ada hanya bisa memenuhi kebutuhan 15 persen korban kelaparan di negara padang pasir tersebut. Masih dilansir Reuters, dua tahun konflik antara warga Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi telah menyebabkan sedikitnya 10.000 orang tewas, termasuk mereka yang tewas akibat kelaparan dan penyakit.

Parahnya kondisi di Yaman dalam dua tahun terakhir ini, kata Guterres, bisa dilihat dari begitu besarnya penerima bantuan darurat. Dari 19 juta populasi Yaman, lebih dari 66 persen merupakan penerima bantuan darurat.

“Kami menyerukan pembicaraan damai yang kerap buntu segera diperbaharui. Begitu juga dengan distribusi bantuan kemanusian, kelompok berseteru segera membuka akses agar bantuan bisa segera disalurkan dengan cepat lewat udara. laut dan darat,” ujar Guterres seperti dilaporkan Reuters. (IK-SS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *