Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Internasional / Ilmuwan Inggris Mampu Olah Urine jadi Sumber Energi Listrik

Ilmuwan Inggris Mampu Olah Urine jadi Sumber Energi Listrik

INGGRIS- Sejauh ini penemuan yang ada baru mengungkap manfaat tenaga surya sebagai sumber energi listrik. Namun, penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa air kencing (urine) bisa menjadi sumber energi listrik. Penemuan ini merupakan hasil riset para ilmuwan dari Universitas Bristol dan Oxfam.

Kedua universitas itu berkolaborasi untuk menciptakan toilet penghasil listrik dengan bahan utama dari air kencing. Rahasia dari toilet listrik itu adalah teknologi yang disebut microbial fuel cell (MFC).

Profesor Loannis Leropoulos dari Universitas Bristol menjelaskan bahwa teknologi MFC menggunakan bakteri pemakan urin untuk bisa menghasilkan listrik. Bakteri tadi akan mengonsumsi urin dan menghasilkan energi dalam bentuk listrik. Lalu, listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai khusus.

“MFC bekerja dengan memakan urin, hal ini diperlukan untuk pertumbuhan bakteri di dalamnya. Teknologi ini termasuk teknologi ramah lingkungan yang tidak membutuhkan bahan bakar atau menghasilkan zat sisa yang berbahaya,” ucap Profesor Leropoulos, dilansir Daily Mail (5/3).

Para pengguna toilet, kedepannya bisa melihat langsung kapasitas listrik yang berhasil disimpan dari toilet melalui sebuah monitor sederhana. Bahkan, para pengguna bisa mengisi daya smartphone langsung di toilet.

Karena bahan bakarnya berasal dari air kencing, maka teknologi ini bisa terus digunakan selama ada manusia yang butuh ke toilet. Karena itu, banyak ilmuwan menyebut penemuan ini sebagai teknologi penghasil listrik abadi.

Teknologi MFC ini pun terbilang sangat murah. Hanya dibutuhkan dana Rp 20 ribu untuk membuat MFC skala kecil yang bisa diaplikasikan di berbagai toilet di seluruh dunia.

Check Also

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *