Jumat , 20 Januari 2017
Home / Internasional / Kekejaman yang Dialami Pengungsi Rohingya

Kekejaman yang Dialami Pengungsi Rohingya

Edupost.ID – Penderitaan yang dialami penduduk muslim Rohingya sudah seharusnya menjadi perhatian dunia. Kaum minoritas yang telah tinggal sejak 1948 di Burma, Myanmar ini terus mengalami penindasan, penyiksaan hingga pembunuhan oleh penduduk setempat yang membenci keberadaan mereka. Mereka menyelamatkan diri, mengungsi dengan perahu ke negara tetangga Malaysia dan Thailand namun ditolak. Mereka terlunta-lunta, mengapung di tengah laut. Beberapa pengungsi yang berhasil diselamatkan masyarakat Indonesia, menceritakan kekejaman yang mereka alami.

Seperti diberitakan Guardian, para pengungsi Rohingya yang berhasil selamat dan berteduh di bawah tenda pengungsian di Langsah, Aceh, menceritakan peristiwa mengerikan yang mereka alami selama terapung di laut.

Mereka dibiarkan kelaparan dan kehausan di dalam kapal. Bahkan, mereka menyaksikan beberapa dari mereka dibunuh secara sadis dan mayatnya dibuang ke laut.

“Satu keluarga dipukuli sampai mati dengan papan kayu dari perahu, ayah, ibu dan anak mereka,” kata Mohammad Amin (35). “Dan kemudian mereka membuang mayatnya ke laut,” lanjutnya.

Amin, seorang Muslim Rohingya, menuturkan, dirinya pertama kali naik perahu dari Burma tiga bulan yang lalu. Sekarang dia adalah salah satu dari 677 imigran yang sedang ditempatkan di sebuah kamp darurat di pelabuhan, Langsa, Indonesia. Perahunya terapung-apung di tengah laut dan diselamatkan penduduk di Laut Andaman.

Nelayan Aceh yang menyelamatkan perahu mereka pada hari Jumat lalu (15/5). Sementara sekitar 8.000 lebih warga Rohingya lainnya diyakini masih terjebak di lepas pantai Thailand, Indonesia dan Malaysia, dalam kondisi air dan makanan yang terbatas. PBB telah memperingatkan masalah ini sebagai “krisis besar kemanusiaan”, karena tidak ada negara yang bersedia menerima mereka. (IL-SS)

Check Also

Mahasiswa UGM Ikuti Asian Waterbirs Cencus

Lestarikan Burung, Enam Mahasiswa UGM Ikuti AWC

Edupost.id – Enam mahasiswa pecinta alam Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Mapala Silvagama, turut …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *