Sabtu , 17 November 2018
Home / Internasional / Muslim Sambut Baik Pemerintah India Modernisasi Madrasah
pelajar muslim di India
Pelajar muslim di India

Muslim Sambut Baik Pemerintah India Modernisasi Madrasah

Edupost.id – Kelompok-kelompok Muslim di India menyambut baik langkah pemerintah federal untuk memodernisasi sekolah-sekolah Islam tradisional sehingga mereka dapat melakukan lebih dari sekadar mengajar para siswa yang terpusat pada Islam dan bahasa.

Kelompok-kelompok hak anak India merekomendasikan untuk menyediakan kurikulum yang lebih luas di lebih dari 40.000 madrasah, sekolah-sekolah Islam tradisional yang terletak di desa-desa dan kota-kota di India. Diperkirakan 3,5 juta anak-anak belajar di ini.

“Subyek seperti ilmu pengetahuan modern, sejarah dan matematika harus diperkenalkan. Ada kebutuhan yang kuat untuk ukuran seperti itu,” kata Mohammad Rajbalim, seorang pemimpin Muslim di negara bagian Himachal Pradesh, India utara, dilansir dari ucanews.com, Minggu (25/3).

The National Commission for the Protection of Child Rights (NCPCR) merekomendasikan pada awal Maret bahwa sekolah-sekolah Muslim tradisional harus tunduk pada Undang-undang Hak atas Pendidikan. Ini akan mewajibkan untuk memberikan pendidikan gratis dan wajib kepada anak-anak sampai usia 14 tahun.

“Sejumlah besar anak-anak Muslim dirampas haknya atas pendidikan karena mereka hanya menerima instruksi agama,” kata NCPCR.

Komisi ini menyatakan keprihatinan atas rendahnya kualitas pendidikan yang ditawarkan di madrasah. Lulusan madrasah tidak ada bedanya dengan anak – anak yang tidak sekolah dengan layak.

Rajbalim mengatakan, siswa madrasah hidup asing bagi masyarakat arus utama karena mereka tidak memiliki pendidikan modern. Untuk itu mereka harus belajar tentang sains, seni dan mata pelajaran lain demi bertahan hidup di pasar kerja yang kompetitif saat ini.

Peneliti Studi Islam dari Universitas Kashmir, Aabid Ahmad mengatakan, sebagian besar dari 172 juta Muslim di India hidup sebagai minoritas agama, terbelakang dalam pendidikan sains. Partisipasi mereka dalam aktivitas ilmiah negara sangat rendah.

“Situasi ini, jika dibiarkan berlanjut, pasti akan menghambat kemajuan masyarakat dan negara. Tidak ada komunitas yang berpendidikan rendah yang bisa mendapatkan rasa hormat,” katanya.

Moulana Javaid Ahmad, seorang cendekiawan Islam yang menjalankan madrasah di Kashmir pusat, mengatakan ilmu pengetahuan modern, matematika, seni dan pendidikan komputer dasar dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dengan efek positif. Menurutnya, pelajaran agama harus diberikan prioritas utama tetapi pendidikan modern tidak dapat diabaikan. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=