Minggu , 26 Maret 2017
Home / Internasional / Lujendera, Mahasiswa Penemu Air di Planet Mars

Lujendera, Mahasiswa Penemu Air di Planet Mars

Edupost.ID – Lujendra Ojha, mahasiswa kelahiran Nepal yang berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan zat cair di Planet Mars. Ia sedang menjalani pendidikan doktoral di Amerika Serikat untuk jurusan ilmu antariksa di Institut Teknologi Georgia. Penelitiannya tersebut telah ia mulai sejak lima tahun lalu dan ia telah menemukan bukti adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah itu.

Lelaki berusia 25 tahun ini secara kebetulan menemukan “lapisan-lapisan di permukaan Mars” dalam sebuah penelitian saat menempuh pendidikan sarjana di Universitas Arizona, Amerika Serikat pada tahun 2010. “Saya secara kebetulan menemukan peluang terbesar dalam hidup saya,” terang Lujendra saat konferensi di Prancis.

Lapisan yang ditemukannya itu merupakan hasil dari cairan yang mengalir dari atas tebing dan membentuk dinding kawah saat musim panas di Mars. Aliran ini meninggalkan warna gelap memanjang sebelum mengering pada saat suhu di planet Mars menurun drastis.

Ia menyebutkan, hasil dari penelitian terbaru ini adalah terlihatnya permukaan lapisan yang menunjukkan perbedaan warna. “Kami melihat adanya cahaya yang nampak dan cahaya infra merah, berdasarkan perbedaan material yang menyerap cahaya, kita bisa membandingkan data laboratorium dan menyimpulkan material apa yang terkandung di dalam lapisan tersebut,” paparnya.

Dengan menggunakan instrumen dari NASA yang disebut Crism, Lujendra dan timnya menyimpulkan bahwa “lapisan” tersebut mengandung garam. “NASA melakukan konferensi pers yang menyebutkan ‘misteri telah terpecahkan’ namun menurut saya kita baru mengetahui sedikit informasi,” ucap Lujendra.

Material garam ini bisa menurunkan titik beku air hingga 80 derajat C dan tingkat vaporasinya hingga faktor 10. Hal ini memungkinkan air mengalir lebih lama pada tebing dan dinding kawah di Mars. Penemuan ini membuat para peneliti dan pengamat luar angkasa sangat bersemangat.

Namun, Lujendra menyadari penelitiannya masih harus dilanjutkan yakni untuk mengetahui seberapa banyak kandungan air di Planet tersebut. “Kita harus mengetahui dari mana air itu datang. Pertanyaan selanjutnya adalah ‘berapa banyak air yang berada di sana?’,” imbuhnya. (BBC/IK-SS)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *