Selasa , 24 Januari 2017
Home / Internasional / Mahasiswa Ini Lebih Suka Tinggal di Kereta daripada di Rumah

Mahasiswa Ini Lebih Suka Tinggal di Kereta daripada di Rumah

Edupost.ID, Jerman – Ketika orang lain turun dari kereta untuk menuju ke rumahnya, Leonie Muller justru tetap berada di kereta. Karena kereta sudah menjadi rumah baginya. Kereta adalah tempat tinggalnya, dan dia mengaku sangat menyukai hal tersebut.

Mahasiswa Jerman ini sudah kapok tinggal di apartemennya. “Semuanya dimulai dengan perseteruan antara aku dengan pemilik apartemen,” kata Muller seperti dilansir staff.co.nz. “Saya langsung memutuskan untuk tidak tinggal di sana lagi,” lanjutnya.

Ia memilih berlangganan transportasi kereta yang memudahkan baginya untuk menaiki setiap kereta di negara ini secara gratis. Sekarang, Muller mencuci rambutnya di kamar mandi kereta api dan menulis makalah kuliah saat bepergian dalam kecepatan kereta hingga 300 kmh.

Dia mengatakan bahwa dia menikmati kebebasannya “Aku benar-benar merasa di rumah saat berada di kereta api, dan bisa mengunjungi begitu banyak teman-teman dan kota lainnya. Ini seperti sedang berlibur sepanjang waktu,” ujar Muller.

Pilihan tempat tinggal yang tidak biasa, membuat wanita berusia 23 tahun ini mendapatkan perhatian media dan muncul di situs berita nasional Jerman. “Saya membaca, saya menulis, saya melihat keluar jendela dan saya bertemu orang-orang baik sepanjang waktu. Selalu ada sesuatu untuk dilakukan di kereta api,” terang Muller.

Sejak memutuskan untuk pindah tinggal di kereta api, Muller hidup dengan membawa ransel kecil , pakaian, komputer tablet-nya, dokumen perguruan tinggi dan perlengkapan mandi.

Dari segi finansial, dia mendapatkan manfaat dengan tinggal di kereta: Tiket kereta api yang dinaikinya biayanya sekitar NZ $ 570. Padahal dulu ia harus membayar sekitar NZ $ 675 per bulan untuk sewa apartemen.

Namun, hidup berhemat bukan satu-satunya tujuan yang ada di dalam pikirannya. “Saya ingin menginspirasi orang untuk mempertanyakan kebiasaan mereka dan hal-hal yang mereka anggap sebagai normal,” kata Muller. “Selalu ada lebih banyak kesempatan dari apa yang mereka pikirkan.”  (Iyes)

Check Also

Indonesia Bergejolak, BEM SI Gelar Musyawarah Nasional

Indonesia Bergejolak, BEM SI Gelar Musyawarah Nasional

Edupost.ID – Pasca kisruh dan mandeknya tuntutan aksi bela rakyat 121 yang diselenggarakan di 19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *