Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Internasional / Mahasiswa Sekolah Desain di Spanyol Antusias Belajar Membatik

Mahasiswa Sekolah Desain di Spanyol Antusias Belajar Membatik

MADRID, SPANYOL- Para mahasiswa dan staf pengajar Sekolah Desain dan Mode Instituto Europeo di Design (IED) Madrid praktik belajar membatik dalam acara lokakarya “Traditional Textile Techniques Around the World”.

Siska Noviyanti selaku Sekretaris III KBRI menyampaikan, lokakarya yang dibimbing Krisnawati Desi Purnawestri, warga Indonesia di Spanyol yang menekuni seni membatik itu merupakan mata kuliah pilihan wajib bagi para mahasiswa IED program mode.

Kegiatan okakarya membatik dibuka dengan pengenalan tentang Indonesia, ragam kain tradisional Indonesia, sejarah, ragam motif dan teknik membatik. Kemudian para mahasiswa dipandu untuk melakukan langkah-langkah dalam proses membatik, yakni merancang motif/pola, aplikasi malam menggunakan tjanting, pewarnaan, pelorotan/pencucian dan pengeringan.

Dalam kegiatan itu juga diadakan lokakarya lainnya seperti printing Jepang, kerajinan selimut perca (Amerika Serikat), kain tradisional Afrika (Senegal dan Kamerun), merajut (Peru), merenda (Spanyol), bordir (Prancis), serta tenun dan bordir (Amerika Latin).

Selama lokakarya “Traditional Textile Techniques Around the World”, IED Madrid menyelenggarakan “open house” bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi pada kegiatan lokakarya yang sedang berlangsung. Para mahasiswa dan staf pengajar memperlihatkan antusiasme dan kreativitas yang tinggi selama lokakarya membatik berlangsung.

Sekolah IED Madrid yang merupakan sekolah desain dan mode ternama di Spanyol ini didirikan pada tahun 1966 di Italia. Saat ini, IED memiliki cabang di Spanyol (Madrid dan Barcelona), Italia (Milan, Roma, Venezia, Turin, Caliagri, Florensia, dan Como), serta Brasilia (Sao Paolo). IED Madrid mempunyai program S1 dan S2 untuk bidang desain, mode, komunikasi visual serta manajemen dan komunikasi. (ANT/SS)

Check Also

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *