Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Internasional / Meski Tak Berkaki, Dokter ini Telah Layani 1000 Pasien
Dokter tak berkaki Li-Juhong
Dokter Li Juhong, meski tak berkaki tapi sudah layani 1000 pasien

Meski Tak Berkaki, Dokter ini Telah Layani 1000 Pasien

Edupost.Id – Meskipun kakinya diamputasi pada usia yang sangat muda, Li Juhong entah bagaimana berhasil memenuhi impiannya untuk menjadi seorang dokter. Perempuan berusia 37 tahun itu telah merawat pasien selama 15 tahun terakhir di kota kelahirannya Desa Wadiyan, di Provinsi Chongqing Daya China.

Ketika Li berusia empat tahun, dia terlibat dalam sebuah kecelakaan tragis. Kaki Li terlindas oleh sebuah truk besar yang lewat di jalan. Pada waktu itu, satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah dengan mengamputasi kedua kakinya.

Meski demikian, Li adalah seorang anak yang sangat tangguh. Ia tidak kehilangan harapan. Dia bertekad untuk tetap dan melanjutkan hidupnya. Pada usia delapan tahun, Li belajar sendiri untuk menggerakkan kakinya dengan menggunakan tangan dan dua bangku kayu sebagai penyangga.

Berjalan dengan menggunakan kayu tentunya hal yang sangat sulit. Meski demikian, Li tetap bersemangat untuk mempelajari ilmu kedokteran.

Perempuan asal China itu akhirnya mendapatkan gelar kedokteran dari sebuah sekolah kejuruan khusus. Ia menyelesaikan sekolah kedokteran pada 2000 dan akhirnya kembali ke desanya untuk bekerja di klinik.

Sejak saat itulah, Li mulai mengurusi semua warga desa yang berjumlah sekira 1.000 orang. Bahkan, perempuan tak berkaki ini melayani panggilan rumah. Ketika mendapatkan panggilan rumah, Li harus berjalan menggunakan bangku yang disusunnya secara unik.

Akhirnya, Li menikah dengan seorang pria di desanya, Liu Xinyan, yang sangat mendukung karirnya. Selama ini, Li diperkirakan telah menangani total 6.000 kasus medis dari berbagai desa di daerah pegunungan Kabupaten Hechuan.

“Saya hanya melakukan apa yang saya merasa harus saya lakukan,” katanya kepada media lokal, sebagaimana dikutip dari Oddity Central, Kamis (31/3). “Bahkan jika saya tidak dihormati untuk pekerjaan saya, saya masih terus melakukan pekerjaan saya sebagai seorang dokter pedesaan. Dibandingkan dengan kebanyakan orang lain, saya telah mengalami lebih banyak kesulitan, tetapi saya selalu berbisik kepada diri saya sendiri bahwa Tuhan menolong orang-orang yang menolong diri mereka sendiri dalam rangka untuk terus bergerak,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

Ifud Pertahankan Gelar Mawapres Nasional Diploma ITS

Ifud Pertahankan Gelar Mawapres Nasional Diploma ITS

Edupost.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mempertahankan predikat juara pertama Mahasiswa Beprestasi (Mawapres) Program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *