Kamis , 19 Januari 2017
Home / Internasional / Nasib Rohingya, PBB dan ASEAN Harus Bisa Tekan Myanmar

Nasib Rohingya, PBB dan ASEAN Harus Bisa Tekan Myanmar

PADANG – PBB dan ASEAN seharusnya bisa menekan Pemerintah Myanmar untuk tidak semena-mena memperlakukan warganya, etnis Rohingya. Hal ini disampaikan Pakar Sejarah Sosial Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Profesor Saifullah. Ia menyebutkan, jumlah etnis Rohingya yang meninggalkan negaranya merupakan yang paling banyak sepanjang sejarah.

“Sebelumnya mereka juga ada yang meninggalkan negerinya, tapi jumlahnya hanya sampai belasan orang,” terangnya.

“Dahulukan rasa kemanusiaan dalam menyelamatkan mereka, jangan mendahulukan hukum terhadap mereka,” tandasnya.

Ia menyayangkan sikap pemerintah yang menanyakan prosedur perizinan (pasport) saat mereka berada di wilayah Indonesia. “Kondisi mereka saja memprihatinkan, bagaimana mereka memiliki pasport,” terangnya.

Ia menyarankan PBB dan ASEAN mengurusi mereka sehingga etnis Rohingya kembali ke negara asalnya tanpa ada intervensi dari pemerintah setempat.

Sementara itu, Guru Besar Luar Biasa Fisip Unair Surabaya, Prof Dr Makarim Wibisono mengusulkan, pembentukan Badan ASEAN Khusus Pengungsi, karena kasus yang menimpa pengungsi Rohingya akan melanda kawasan ASEAN.

“MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) itu tidak hanya ekonomi, tapi juga kebersamaan dalam aspek politik, budaya, hukum, sosial,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Indonesia harus mengusulkan Badan ASEAN Khusus Pengungsi itu dalam pertemuan negara-negara ASEAN, sehingga bila ada masalah pengungsi seperti Rohingya akan dapat diselesaikan secara bersama sebagai satu “keluarga besar” ASEAN. (ANT/IK-SS)

Check Also

Mahasiswa UGM Ikuti Asian Waterbirs Cencus

Lestarikan Burung, Enam Mahasiswa UGM Ikuti AWC

Edupost.id – Enam mahasiswa pecinta alam Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Mapala Silvagama, turut …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *