Selasa , 24 Oktober 2017
Home / Internasional / Prancis Melanggar Perjanjian tentang Larangan Kekerasan terhadap Anak

Prancis Melanggar Perjanjian tentang Larangan Kekerasan terhadap Anak

Prancis- Negara Prancis dinilai sejumlah kalangan, telah melanggar traktat yang berisi perjanjian untuk menerapkan larangan melakukan kekerasan terhadap anak.

Pengamat hak asasi manusia di Eropa mengkritik sikap pemerintah Prancis yang belum mampu melarang penduduknya untuk tidak memukul anak.

Dewan Eropa menilai, hukum Prancis terkait hukuman fisik kepada anak masih tidak jelas. Menurutnya, hukum Prancis memang melarang kekerasan terhadap anak, namun masih mengizinkan para orang tua untuk memiliki ‘hak mendisiplinkan’ anak dengan cara memukul anak.

LSM anak-anak di Inggris, Approach, memprotes Prancis dan enam negara lainnya karena negara-negara tersebut telah melanggar Piagam Sosial Eropa yang mengharuskan para penandatangan traktat untuk melindungi anak-anak.

Walaupun Dewan Eropa tidak dapat memberi sanksi terhadap negara-negara anggotanya, mereka telah menyerukan kepada 47 negara anggotanya untuk melarang hukuman fisik terhadap anak-anak. Sejauh ini sudah ada 27 negara yang melarang tindakan tersebut.

Dalam keputusan yang diumumkan pada hari Rabu (04/03), Dewan Komite Hak Sosial Eropa menyebutkan dasar pelarangan tersebut.

“Sekarang sudah ada sebuah konsensus oleh badan hak asasi manusia di wilayah Eropa dan tingkat internasional bahwa hukuman fisik terhadap anak harus dilarang secara tegas,” ucapnya dilansir bbc.

Sementara itu, juru bicara Approach, Peter Newell menyampaikan, “Di banyak negara, hukuman kekerasan fisik terhadap anak adalah satu-satunya bentuk dari kekerasan antarpribadi di dalam keluarga yang masih legal.”

Gilles Lazimi, seorang koordinator kampanye antimemukul Foundation Pour L’Enfance menyebutkan hasil studi tahun 2007 terkait kasus kekerasan anak. Menurut survei, 87% orangtua Perancis memukul anaknya di bagian pantat dan 32% mengatakan bahwa mereka menampar anaknya. Studi tersebut juga menunjukkan 50% orang tua Prancis memukul anaknya sebelum umur dua tahun.

Pada tahun 2013, seorang ayah didenda 500 euro atau sekitar Rp7 juta karena memukul anaknya yang berusia sembilan tahun.

Check Also

UPN Veteran Yogyakarta

129 Dosen UPN Veteran” Yogyakarta Terindex SINTA

Edupost.id – Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Prof.Dr.Ir. Sari Bahagiarti K.M.Sc mengatakan, 129 dosen UPNVY …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *