Rabu , 23 Agustus 2017
Home / Kabar Kampus / 100 Proposal Terbaik Soprema, Industri Kreatif Mendominasi
SOPREMA 2016 Ajak Pemuda Jadi Sociopreneur
Komunitas Osiris Mengolah Buah Naga Menjadi Es Krim. (Foto: Osiris)

100 Proposal Terbaik Soprema, Industri Kreatif Mendominasi

Edupost.id – Youth Studies Centre (YouSure) FISIPOL UGM tahun ini kembali menggelar Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema). Pada penyelenggaraan tahun in, panitia telah menjaring 100 proposal terbaik melalui seleksi awal. Proposal ini berasal dari 29 provinsi, mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua.

Topik Industri Kreatif saat ini cukup unggul dalam jumlah tim lolos dibandingkan dengan topik Ketahanan Pangan. Kualitas tim lolos tahun ini meningkat dari tahun lalu sebab semakin banyak tim dapat menunjukkan potensi berkelanjutan.

Kategori Industri Kreatif meloloskan 29 tim kick off dan 31 tim start up. Sementara itu, 21 tim kick off 19 tim start up lolos dengan topik Ketahanan Pangan. Dari 100 tim yang lolos, terdapat 50 tim dari kategori kick off dan 50 tim dari kategori start up. Peserta kategori Ketahanan Pangan maupun Industri Kreatif didominasi dari pulau Jawa.

Direktur Soprema 2017, Dr. Hempri Suyatna menuturkan, seratus tim yang lolos memiliki program yang inovatif, berpotensi berkelanjutan, dan memiliki dampak kuat untuk pengentasan masalah-masalah sosial. Hal inipun diakui oleh Ekazuni Lusi Astuti, salah satu juri untuk topik industri kreatif pada kategori kick off.

Keunggulan 100 tim yang lolos dalam seleksi awal ini adalah untuk sebagian proposal sudah memasukkan aspek social entrepreneurship walaupun masih belum detail terhadap pemberdayaan kelompok rentan. Selain itu, proposal berasal dari hampir semua provinsi di Indonesia. Terakhir, secara umum semua tim yang lolos seleksi awal memiliki perencanaan bisnis yang bagus, kata Lusi.

Lusi berharap, dari 100 tim yang lolos bisa saling belajar tentang social entrepreneurship dari kompetisi SOPREMA, baik melalui masukan para juri, coaching clinic, seminar, maupun field trip. Diharapkan mereka mampu mengembangkan bisnis sosial yang dilakukan dengan lebih berpihak pada kelompok rentan.

Salah satu tim yang berhasil lolos adalah Agradaya dari kategori start up dengan tema Ketahanan Pangan. Agradaya adalah kewirausahaan sosial yang berfokus pada pengembangan produk rempah yang diolah secara natural.

Usaha yang dimulai sejak Mei 2016 ini telah bermitra dengan 157 petani rempah di wilayah Perbukitan Menoreh, Kulonprogo Yogyakarta. Produk olahan rempah yang dihasilkan merupakan jenis biofarmatika seperti jahe, temulawak dan kunyit untuk dihasilkan dalam bentuk minuman herbal, essential oil dan ekstrak powder yang bermanfaat sebagai bahan makan dan minuman serta kebutuhan farmasi.

Seleksi tersebut dilakukan oleh delapan orang juri yang merupakan peneliti YouSure FISIPOL UGM, di antaranya Dr. Hempri Suyatna, Peneliti sekaligus Direktur SOPREMA 2017, Muhammad Yahya, Wakil Direktur SOPREMA 2017, Oki Rahadianto Sutopo, Dewi Cahyani Puspitasari, Derajad Sulistyo, Desintha Astriani, Ekazuni Lusi Astuti, dan Bevaola Kusumasari. (Andi)

Check Also

Peserta Soprema Diharapkan Jadi Virus Sociopreneur Indonesia

Peserta Soprema Diharapkan Jadi Virus Sociopreneur Indonesia

Edupost.id – Kompetisi Sociopreneur Muda (Soprema) yang digelar oleh Youth Studi Centre (Yousure) FISIPOL UGM …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *