Sabtu , 25 November 2017
Home / Kabar Kampus / Aksi Ribuan Mahasiswa, Banjiri Halaman Balairung UGM

Aksi Ribuan Mahasiswa, Banjiri Halaman Balairung UGM

Edupost.id, Yogyakarta – Ribuan mahasiswa dan Tenaga Kependidikan UGM membanjiri Halaman Balairung UGM, (2/5). Mereka menggelar aksi terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT), belum dibayarkannya Tunjangan Kinerja (Tukin) para Tendik UGM selama tiga semester, dan kasus relokasi sepihak pedagang kantin Bonbin di sekitar Fakultas Ilmu Budaya. Namun, hingga siang hari, Rektor UGM, Dwi Korita tidak menemui mahasiswa.

Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UGM akhirnya kecewa karena rektor tidak turun menemui mahasiswa. Dengan mengenakan jas almamater, para mahasiswa juga membentangkan poster dan spanduk bertuliskan “Tolak UKT, Judicial Review PTNBH, Tolak Relokasi Bonbin, Save Bonbin, Bonbinku Malang” dan lain-lain. Selain itu, mereka juga membuat sebuah replika keranda mayat berbalut kain hitam. Ada juga seorang mahasiswa yang mengenakan kostum pocong.

Humas massa aksi, Umar Abdul Aziz mengatakan, para mahasiswa menolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku sekarang dan penerapan uang pangkal bagi mahasiswa jalur Ujian Mandiri (UM). Alasannya terkait range penghasilan yang sama dalam penggolongan UKT dengan mempertimbangkan jumlah tanggungan keluarga dari mahasiswa.

Selain itu, mereka juga menolak relokasi Kantin Bonbin yang berada di sekitar Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Psikologi. Kantin Bonbin ditutup dan para pedagang diminta pindah atau relokasi di Pusat Jajan Lembah (Pujale).

“Kami menuntut kantin Bonbin itu bukan direlokasi pindah ke Lembah, tapi direnovasi. Kami juga meminta Bu Rektor Bu Dwikorita menemui,” katanya.

Sementara, mengenai tunjangan kinerja tenaga pendidik di UGM, dia menjelaskan, ada keterlambatan pencairan selama tiga semester, yang dilakukan oleh pihak rektorat. Persoalan ini, kata dia, dinilai akibat status Badan Hukum yang disandang UGM.

Mahasiswa Fisipol itu juga mempertegas, bahwa aksi pada hari ini, bukan sekadar simulasi. Aksi pada Hari Pendidikan Nasional, ucapnya, sekaligus memperlihatkan masih buruknya tata kelola pendidikan di Indonesia. (Andi)

Check Also

Jerawat Lari Dilawan dengan 5 Bahan Ampuh Ini

Edupost.id – Bagi sebagian orang, jerawat sering menjadi musuh menyebalkan, terutama bagi kaum wanita. Jerawat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *