Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Alat Ciptaan Mahasiswa Undip Ini Atasi Krisis Air di Indonesia

Alat Ciptaan Mahasiswa Undip Ini Atasi Krisis Air di Indonesia

SEMARANG – Krisis air di Indonesia kini bisa diatasi berkat penemuan lima Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yakni Omitor (Ocean Windmill Desalinator). Kelima mahasiswa itu ialah Giga Verian Pratama, Suwastika Wijayanti, Shabrina Hayu Adhani dari jurusan Fisika, Tri Dian Dhaneswara, Rahmat Juliansyah dari jurusan Teknik Mesin.

Ketua Tim, Giga Verian Pratama  menilai, kebutuhan air bersih di Indonesia semakin hari semakin meningkat sehingga dibutuhkan sumber air bersih yang banyak. Solusi yang selama ini dilakukan ialah dengan mengubah air banjir atau air jenis lainnya menjadi air bersih. Namun, hal tersebut masih terdapat kelemahan yaitu sumber air tidak konstan. Karena itu, diperlukan teknologi untuk mendapatkan air bersih melalui sumber yang besar dan stabil.

Giga menjelaskan, tujuan dirakitnya Omitor ialah sebagai alat yang mengubah air laut menjadi air bersih siap pakai, sebagai sumber air yang stabil, serta mengurangi sumber air tanah yang berdampak pada penurunan lapisan tanah di Indonesia.

“Kelebihan dari Omitor antara lain, ialah menggunakan cahaya matahari sebagai pemanas, lalu angin sebagai penggerak pompa dan untuk desalinasi menggunakan metode evaporasi. Metode desalinasi air laut tidak hanya mendapatkan air bersih, tetapi juga dapat memanfaatkan endapan garam yang berguna bagi masyarakat,” paparnya.

Langkah awal untuk melakukan desalinasi, lanjutnya, yaitu air laut dipompa terlebih dahulu lalu dibawa menuju tangki menggunakan pompa bertenaga kincir angin. Kemudian air laut yang telah masuk ke dalam tangki berbahan Stainless Steel dipanaskan dibawah sinar matahari. Lalu perlahan air laut dalam tangki akan menguap dan uap air tersebut akan menempel pada atap Omitor.

Selanjutnya, uap air akan turun karena atap Omitor yang dibuat miring lalu uap air tersebut akan mengalir menuju penampungan. Setelah itu, air dalam tangki telah terevoporasi sempurna sehingga endapan garam telah tersisa pada dasar tangki dapat diangkat. Dengan menggunakan Omitor tingkat salinitas air laut yang sebelumnya 24/ml dapat turun menjadi 0,2/ml.

Giga menyebutkan, berkurangnya tingkat salinitas air laut yang diolah dengan Omitor membuktikan bahwa alat ini berpotensi untuk mengatasi masalah krisis air bersih di Indonesia. (Undip/IK-SS)

Check Also

Cara Mengajarkan Membaca kepada Anak dengan Cepat

Cara Mengajarkan Membaca kepada Anak dengan Cepat

Edupost.id – Kadang orangtua atau guru mengalami kesulitan dalam mengajarkan membaca kepada anak. Ada banyak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *