Rabu , 24 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Alat Deteksi Terobosan UI Pantau Pasien dari Jarak Jauh
Alat Deteksi Terobosan UI Pantau Pasien dari Jarak Jauh
Alat Deteksi Terobosan UI Pantau Pasien dari Jarak Jauh

Alat Deteksi Terobosan UI Pantau Pasien dari Jarak Jauh

Edupost.id – Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menciptakan terobosan baru, Real Time Telemonitoring System (RTTS), alat yang mampu memantau kondisi kesehatan pasien rawat jalan dari jarak jauh secara real time. Para mahasiswa tersebut adalah Rafi Kurnia (Teknik Komputer 2012), Claudia Khansa (Teknik Elektro 2012), Yudi Reza (Kedokteran 2014) dan Dimas Hendrawan (Teknik Mesin 2013).

Mereka telah mengembangkan RTTS sejak September 2015 hingga saat ini telah difinalisasi menjadi sebuah prototipe dan tengah mengajukan hak paten yang dilakukan oleh Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI (DIIB UI).

Ketua Tim RTTS Rafi Kurnia menyampaikan, “Kami melihat tidak sebandingnya ketersediaan fasilitas kesehatan dan Rumah Sakit dengan jumlah permintaan akan kebutuhan medis bagi pasien. Ditambah lagi, bagi para pasien rawat jalan khususnya pasca kritis memerlukan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis.” Melihat potensi masalah tersebut, Rafi dan tim menggagas sebuah alat yang mampu mencegah keterlambatan penanganan oleh tenaga medis serta meningkatkan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis.

RTTS merupakan sebuah alat single board computer yang terhubung ke jaringan internet dengan ketahanan baterai hingga 13 jam dan dapat di-charge kembali. RTTS yang besarnya seperti kotak P3K ini memiliki berat lebih kurang 2 kilogram dan sejauh ini telah memiliki 3 sensor yang berguna untuk memantau pasien penyakit kardiovaskuler/jantung. RTTS juga didesain sedemikian rupa untuk menciptakan kenyamanan pasien, diantaranya sensor yang digunakan tidak menggangu titik-titik persendian sehingga tidak menyulitkan pergerakan.

Cara kerja RTTS dimulai dari pengolahan data sensor yang kemudian ditransmisikan menjadi data informatif dan akan dikirimkan menggunakan jaringan internet. Selanjutnya tenaga medis dapat memantau perubahan kondisi pasien dari waktu ke waktu secara real time melalui website, sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk pada pasien dan memperbesar kemungkinan penanganan medis secara dini.

Rafi bersama ketiga temannya berharap alat ini dapat dimanfaatkan di daerah terpencil maupun lokasi-lokasi bencana dan menjadi salah satu opsi bagi Rumah Sakit untuk dimanfaatkan bagi pasien rawat jalan pasca kondisi kritis sehingga dapat dipantau secara berkala oleh dokter. (IK-SS)

Check Also

Onde-onde Lele Kreasi Mahasiswa UNY

Lezatnya Onde-onde Lele Kreasi Mahasiswa UNY

Edupost.id – Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat terobosan cara pengolahan lele yang berbeda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *