Selasa , 24 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Alat IQUTech-e Buatan ITS Dinobatkan sebagai Riset Inovasi Terbaik

Alat IQUTech-e Buatan ITS Dinobatkan sebagai Riset Inovasi Terbaik

SURABAYA – Penemuan Tim peneliti Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS) bernama “IQUTech-e” dinobatkan sebagai riset inovasi terbaik dari Ditjen Dikti Kemenristekdikti.

“Kelebihan utama alat ini memiliki performa maksimal sehingga membuat kendaraan jauh lebih hemat,” papar Ketua Tim Peneliti Engine Control Unit (ECU) IQUTech-e ITS, Muhammad Nur Yuniarto di Surabaya.

Nur yang juga Dosen Jurusan Teknik Mesin (JTM) ITS ini, menerima penghargaan itu pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2015 di Jakarta (2/5).

Ia menyampaikan, ECU IQUTech-e merupakan alat untuk mengatur debit injeksi saat pengapian pada mesin dan tidak memerlukan memori yang cukup besar.

“Dengan demikian, motor atau mobil akan memiliki performa maksimal yang didapat lewat inovasi dari tim Laboratorium Sistem dan Otomasi Industri, Jurusan Teknik Mesin, ITS berupa penanaman algoritma sederhana,” ujarnya.

Penghargaan dari Ditjen Dikti bukan hanya dari aspek teknologi, namun juga dilihat dari jumlah penjualan.

“Hingga saat ini, kami bisa menjual hingga ratusan unit setiap bulan. Bahkan, pihak Jepang juga tertarik dengan produk kami itu dan mereka juga sudah memasarkan di negaranya dengan merek Daytona. Saat ini, IQUTech-e dengan merek Daytona di Jepang sudah laku 1.700 unit,” jelasnya.

Nur menuturkan, pihaknya optimis Jurusan Teknik Mesin ITS akan mampu berkiprah dalam bidang otomotif, terlebih dalam hal komponen motor, mobil, dan mobil listrik yang dipasarkan secara internasional.

Pembuatan alat itu, lanjut Nur, berawal dari keterlibatan ITS dalam ajang kompetisi internasional Shell Eco Marathon Asia 2010.

“Saat itu, tim ITS belum memiliki ECU IQUTech-e sendiri, sehingga harus mengimpor dari negara lain dalam merancang kendaraan yang akan digunakan berlomba dalam ajang tahunan untuk kendaraan dengan efisiensi bahan bakar sebesar-besarnya,” jelasnya.

Kemudian, alat dari impor itu mengalami kerusakan, sehingga tim dipaksa untuk berinovasi sendiri untuk membuat alat yang sama.

“Bahkan, kami ingin membuktikan produk buatan Indonesia adalah yang terbaik. Jadi, target sebenarnya bukan penghargaan, melainkan produk yang unggul pada pasar dunia,” tandasnya. (ITS/IK-SS)

Check Also

oxford-university

Kampus Luar Negeri yang Diakui Dikti

Edupost.id – Menempuh pendidikan di luar negeri menjadi salah satu pilihan yang diambil sebagian orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *