Selasa , 23 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Atasi Kekeringan, Peneliti UGM Ciptakan Alat Penampung Hujan

Atasi Kekeringan, Peneliti UGM Ciptakan Alat Penampung Hujan

YOGYAKARTA – Kekeringan yang melanda banyak wilayah di Indonesia membutuhkan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini yang mendorong Agus Maryono, peneliti dari UGM mencari upaya preventif agar saat musim kemarau tidak kekeringan. Ia menciptakan alat yang dinamai Rain Filter yang bisa menampung sekaligus menyaring air hujan sehingga bisa dipakai saat musim kemarau.

 “Masalah utama situasi ini, krisis air. Perilaku keseharian belum memanfaatkan dan mengelola air dengan bijaksana, termasuk menyiapkan perangkat kebijakan,” ujar Agus Maryono, peneliti Universitas Gadjah Mada.

Upaya preventif sangat dibutuhkan, pencegahan agar tahun depan tidak terjadi kekeringan, misal, budaya panen atau tampung air hujan. Bisa pula buat sumur resapan, embung atau telaga di setiap daerah. Teknologi sederhana terkait pengelolaan air hujan melalui budaya gerakan TRAP (tampung, resapkan, alirkan, dan pelihara) perlu diterapkan.

Agus memulai budaya TRAP di Yogyakarta. Dia membuat alat sederhana penampung air bernama rain filter, terdiri dari rangkaian pipa menuju ke bak penampung dan sumur resapan. Melalui rangkaian pipa  ini, air hujan yang masuk bisa tersaring dari debu dan kotoran. Jadi, yang masuk bak penampungan sudah air bersih. Bila bak penuh, air akan mengalir ke sumur resapan dan menjadi cadangan air tanah.

Agus telah meneliti kandungan fisika dan kimia air hujan tampungan ini. “Lebih jernih dari air PDAM, bisa langsung diminum kalau mau,” katanya sambil meminum air hujan sampel, hasil penelitian dia April lalu.  “Alat ini sudah diminati hingga Australia, Jerman, Singapura, Malaysia. Saya ingin budayakan di Indonesia,” terangnya.

Di Indonesia, memanen air hujan merupakan budaya lokal. “Sudah ratusan tahun lalu tetapi sekarang mundur. Masyarakat malu, takut, atau gengsi, menampung air hujan, mengandalkan air PDAM,” imbuhnya. (IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *