Jumat , 20 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Bantu Klasifikasi Desa Tertinggal, Tim IPB Juarai Kompetisi Data Mining
Yuandri Trisaputra dan Oktarina Safar Nida, mahasiswa FMIPA IPB kembali berhasil menjuarai Mathematic Computation Competition (MCC) 2016.

Bantu Klasifikasi Desa Tertinggal, Tim IPB Juarai Kompetisi Data Mining

Edupost.id, Bogor – Setelah berhasil meraih medali perak kategori Data Mining pada Gemastik 2015 di UGM, tim SIAP 16 Institut Pertanian Bogor (IPB) yang beranggotakan Yuandri Trisaputra, mahasiswa Ilmu Komputer, dan Oktarina Safar Nida, mahasiswa Departemen Statistika (FMIPA) kembali meraih prestasi dalam kompetisi serupa. Mereka berhasil menjuarai Mathematic Computation Competition (MCC) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta beberapa waktu silam.

Pada lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) MCC terdapat dua kategori yaitu Data Mining dan Security. Topik Data Mining terdiri dari beberapa subtopik yaitu klasifikasi, kemiripan dokumen, sentimen analisis, dan forecasting.

Tim SIAP 16 IPB mengikuti kategori Data Mining dan mengambil topik klasifikasi. “Kami cukup bingung mencari data klasifikasi. Awalnya kami ingin menggunakan data sebuah penyakit di India yang dapat diunduh melalui web, namun belakangan kami menganggap penelitian tersebut kurang bermanfaat untuk Indonesia,” kata Yuandri.

Akhirnya tim SIAP 16 menemukan ide klasifikasi sebuah desa ke desa tertinggal atau tidak tertinggal untuk membantu pemerintah dalam proses pemerataan pembangunan. Tujuannya agar pemerintah dapat langsung turun ke desa tersebut dan mengecek keadaan di sana, sehingga penanganannya tepat sasaran.

“Kami menggunakan data potensi desa tahun 2011 yang didapatkan dari salah satu dosen Departemen Statistika. Lalu membuat sebuah aturan klasifikasi baru yang keakuratannya sebesar 77 persen dengan menggunakan kombinasi pohon keputusan dan regresi logistik. Setelah itu, diaplikasikan aturan klasifikasi dan fungsi regresi tersebut ke dalam sebuah program berbasis web,” tutur Yuandri.

Setelah berhasil menyisihkan lima tim lain diantaranya:  Universitas Budi Luhur, Universitas Matana dan UIN Jakarta. Sempat terbesit kekhawatiran tidak lolos menjadi juara setelah melihat presentasi dari tim lain, namun keraguan mereka berubah syukur ketika tim SIAP 16 dipanggil sebagai Juara I. “Alhamdulillah perjuangan kami terbayarkan dengan dua buah medali emas,” lanjutnya.

Check Also

menumbuhkan minat baca pada anak

Ingin Anak Anda Hobi Membaca? Ikuti Langkah Ini

Edupost.id –  Semua orangtua tentu menginginkan hal terbaik untuk masa depan buah hatinya. Memiliki kebiasaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *