Rabu , 24 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Bantu Nelayan, Mahasiswa ITS Ciptakan Pendingin Surya

Bantu Nelayan, Mahasiswa ITS Ciptakan Pendingin Surya

SURABAYA – Ikan hasil tangkapan menjadi cepat busuk merupakan masalah klasik yang sering dihadapi nelayan Indonesia. Akibatnya nilai jual ikan dan pendapatan nelayan menurun. Melihat permasalahan itu, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat solusi melalui penemuannya Solar Termo Electrical Cold Storage. Alat tersebut merupakan pendingin ikan berbasis energi matahari (tenaga surya).

Karya tim ITS yang beranggotakan Rizki Mendung Ariefianto, Akhmad Rizal Jiwo, dan Muhammad Adam ini dinobatkan sebagai the Best Paper dalam ajang 3rd Indonesian Student Researcher Festival (ISRF) 2015.

Alat yang mereka kembangkan telah ada sebelumnya. Namun, Rizal mengatakan bahwa alat yang ada saat ini kurang cocok digunakan oleh nelayan tradisional. Para nelayan memakai kondensor dan alatnya hanya sesuai untuk kapal besar, tidak cocok untuk perahu  biasa.

Mendung menyebutkan, alat yang ramah lingkungan ini menghabiskan dana sebanyak 373 ribu rupiah. Prinsip alat yang mereka ciptakan yakni mengubah sinar matahari menjadi sumber listrik yang digunakan untuk mendinginkan ikan.

Mendung menuturkan, ide tersebut muncul saat observasi yang ia lakukan saat membuat karya sebelumnya di pesisir Pasuruan. Di sana, ia mengamati ikan tangkapan nelayan yang disimpan ala kadarnya. Nelayan biasanya menggunakan balok es untuk menjaga kesegaran ikan, tapi karena suhu di lautan yang panas, balok-balok es tersebut cepat mencair. Ikan yang lama terendam air pun akan turun kualitas dan harganya. Belum lagi dari pembuatan balok es yang kurang higienis.

Dengan digunakannya alat ini, tim ini mengklaim nelayan mampu menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan. Tanpa harus menggunakan balok es maupun pengawet lain yang kurang baik untuk dikonsumsi.

Sebelumnya tim ITS ini telah meraih juara pertama di ISRF 2015, Energy Paper Competition 2015 yang dihelat November lalu di Universitas Tadulako, Palu. Mendung menyampaikan, dalam kompetisi tersebut mereka mengangkat tema yang sama. Hanya saja alatnya belum dilengkapi kipas seperti yang ada di alat sekarang. (ITS/IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *