Kamis , 23 November 2017
Home / Kabar Kampus / BEM Seluruh Indonesia Tolak Drop Out Ronny

BEM Seluruh Indonesia Tolak Drop Out Ronny

Edupost.ID, Yogyakarta – Ronny Setiawan, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dituding melakukan tindakan berbasis Teknologi dan Penghasutan oleh Rektor UNJ Prof Dr Djaali. Pada Selasa lalu, rektor UNJ menjatuhkan Drop Out (DO) dengan mengeluarkan surat bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa UNJ. BEM Seluruh Indonesiapun menyatakan penolakkannya.

“Saya sangat menyayangkan tindakan diktator rektor yang secara sepihak melakukan DO padahal Ronny mahasiswa berprestasi dan tidak memiliki permasalahan di akademik” Jelas Bambang Irawan Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia kepada Edupost (6/1).

Iapun menambahkan jika hanya karena menyampaikan aspirasi terus di DO dimana fungsi kampus yang katanya benteng terakhir nilai-nilai demokrasi.

Christina Indrawati, ketua BEM-F UNS “Menurut saya keputusan rektor memberhentikan Ronny itu adalah keputusan yang kurang tepat,” ujarnya.

Lanjutnya, DO yang diberikan adalah reaksi yang berlebihan atas sikap kritis mahasiswa. Jika diperhatikan, beberapa isu yang diangkat kawan UNJ seperti KKN dan UKT  sebenarnya juga diangkat di berbagai kampus termasuk UNS, tapi proses advokasi yang terjadi adalah mencari titik temu solusi bersama. Ternyata di UNJ beda cerita.

“Kali ini, cara yang diambil rektor untuk melemahkan pergerakan mahasiswa UNJ dengan cara men-DO justru telah membangunkan pergerakan mahasiswa se-Indonesia,” tutup Christina.

Sejurus dengan Christina, Rendy, Ketua HIMA FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta juga tidak setuju dengan DO terhadap Ronny. “Sikap pak rektor UNJ ini justru bertentangan dengan hak demokrasi yaitu hak kebebasan berpendapat,” kata Rendy.

Menurut Rendy alasan yang digunakan untuk mengeluarkan Ronny kurang kuat dan terkesan mengada-ngada.” Saya yakin mas Ronny ini mencoba membawa yang namanya kebaikan,” katanya.

Sedangkan Taru, mahasiswa PWK UGM juga merasa alasan yang dipakai untuk mengeluarkan Ronny mengada-ada, “Kritis itu perlu, cuma kalo kamu baca SK rektor ada yang lucu gitu, soalnya si ketua BEM-nya dituduh melakukan tindak kriminal di media online.” (Fitri)

Check Also

Jerawat Lari Dilawan dengan 5 Bahan Ampuh Ini

Edupost.id – Bagi sebagian orang, jerawat sering menjadi musuh menyebalkan, terutama bagi kaum wanita. Jerawat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *