Selasa , 28 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / BEM Unila Adakan Talkshow Tol Sumatera

BEM Unila Adakan Talkshow Tol Sumatera

Edupost.id, Bandarlampung – BEM U KBM Unila mengadakan talkshow yang bertemakan Tol Sumatera, Solusi atau Masalah  Perekonomian Lampung, Selasa (31/05). Talkshow yang dilaksanakan di Aula Fakultas Pertanian ini menghadirkan pembicara yaitu Zainuddin Hasan(Bupati Lampung Selatan), Taufik Hidayat (Kepala Bappeda Lampung), dan Budi Kurniawan (Akademisi Unila).

Kegiatan talkshow yang dihadiri ratusan peserta ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Karomani. Talkshow yang dimoderatori oleh Khairul Anwar sebagai Menko Eksternal dan Propaganda ini diawali dengan Bupati Lampung Selatan dengan mengkritisi keputusan tiga titik exit toll yaitu Palas, Hatta, dan Sidomulyo. Bupati ingin pemerintah pusat membuka satu akses tol di Kalianda dalam rangka pemajuan daerah hingga akhirnya diputuskan titik Palas akan dipindahkan ke Kalianda sebagai ibukota kabupaten dan mendukung pencanangan “Gerbang Krakatau”.

Sebagai panelis kedua, Taufik Hidayat menyambung substansi tol sebagai salah satu jalan pembangunan perekonomian, tol Sumatera akan menjadi salah satu jalan nasional. Rencana pembangunan jalan tol sudah diawali sejak lama, cetak biru desain sudah diselesaikan dari Kalianda hingga Terbanggi Besar. Namun pelelangan tahap awal sempat gagal karena alasan ekonomis hingga pada perjalanannya terjadi beberapa perubahan sampai saat ini pembangunan dipercayakan kepada BUMN dan titik pembangunan telah banyak diubah dengan berbagai alasan. Pemerintah pusat memulai proses pengadaan lahan menggunakan APBN dengan pendanaan yang diusahakan oleh BUMN namun dalam pelaksanaannya sempat tersendat beberapa kali.

Disisi lain dalam sisi akademisi menurut Budi, berbagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya “kota mati” akibat pembangunan Tol harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Kemudian selanjutnya promosi daerah yang tepat harus dikedepankan karena Pesisir Barat dan Lampung Barat adalah dua titik yang dikhawatirkan akan melemah setelah tol berjalan karena letak geografis yang kurang menguntungkan. Ketiga, akses kebutuhan pokok harus dapat berdikari dan baiknya pemerintah mengantisipasi perkembangan ke depan agar tidak berimbas pada suplai barang dan harga pasar.

Diharapkan ke depan perkembangan infrastruktur akan dapat menjawab permasalahan transportasi dan bahkan, listrik di Lampung. langkah awal untuk pembangunan dengan aspek ekonomi yang menguntungkan. Kemudahan akses akan menginduksi sektor pariwisata, pertanian hingga swasembada bahan pangan serta berpotensi menghidupkan peluang-peluang baru di sepanjang jalur tol.

Talkshow berjalan secara interaktif dengan beberapa pertanyaan dan diskusi antara peserta dan para panelis. Di akhir sesi, Bupati menegaskan “pembangunan tol Sumatera, meskipun bertahap, merupakan bukti bahwa rencana ini bukan sekedar wacana. Tol Sumatera harus dipandang sebagai hal yang positif, bukan hanya momok bagi masyarakat”, Ujar Zainuddin. (Kominfo/IK-SS)

Check Also

UKT-Mahal-BEM-U-KBM-Unila-Audiensi-dengan-Rektor

UKT Mahal, BEM U KBM Unila Audiensi dengan Rektor

Edupost.id – BEM U KBM Unila menggelar audiensi dengan Rektor Unila, Hasriadi Mat Akin terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *