Selasa , 25 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Berkat Alat Deteksi Longsor, Dosen UGM Meraih Penghargaan Kemenristekdikti

Berkat Alat Deteksi Longsor, Dosen UGM Meraih Penghargaan Kemenristekdikti

YOGYAKARTA – Berkat alat deteksi longsor temuannya, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Teuku Faisal Fathani, berhasil meraih penghargaan sebagai Inovator Teknologi 2015 dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menristekdikti, Mohammad Nasir dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (2/5) yang lalu.

Pria kelahiran Banda Aceh, 39 tahun silam ini  telah mengembangkan temuannya sejak tahun 2007. Ia menciptakan alat manual ekstensometer dan penakar hujan dalam upaya mengurangi risiko bencana longsor. Temuannya ini sudah diaplikasikan di Banjarnegara, Situbondo, dan Karanganyar, serta di berbagai provinsi di China. Berkat alat deteksi dini longsor tersebut, masyarakat di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara dapat terselamatkan dari bencana longsor yang terjadi pada November 2007 lalu.

“Alat ekstensometer yang dipasang berbunyi empat jam sebelum longsor yang menimbun 10 rumah. Bersyukur tidak ada korban jiwa  karena warga telah mengungsi sebelum terjadi bencana,” jelas dosen Jurusan Teknik Sipil ini.

Faisal bersama tim UGM terus mengembangkan sistem peringatan dini generasi kedua yaitu alat ekstensometer, tiltmeter, inclinometer, dan penakar hujan dengan pencatatan digital (data logger). Ia juga pernah bekerjasama dengan BNPB membangun sistem peringatan dini generasi ketiga berbasis telemetri. Hingga saat ini, lebih dari 100 unit alat peringatan dini  telah dipakai di 14 provinsi Indonesia  dan sejumlah perusahaan tambang di luar negeri. ”Tahun ini juga akan mengekspor ke Vietnam dan Kroasia,” imbuhnya.

Faisal menjelaskan, penemuannya ini dapat menekan biaya produksi karena sebagian besar menggunakan bahan lokal. Pembuatan melibatkan 4 bengkel industri kecil di sekitar DIY dan Jawa Tengah. “Alat impor sekitar 10 kali lipat lebih mahal dari harga alat buatan sendiri. Untuk alat ini menggunakan lebih dari 95 persen bahan lokal,” ujarnya. (UGM/IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *