Sabtu , 20 Oktober 2018
Home / Kabar Kampus / Berkat Aplikasi Gunung Meletus, Mahasiswa UNY Raih Emas di China
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Berkat Aplikasi Gunung Meletus, Mahasiswa UNY Raih Emas di China

Edupost.id – Mahasiswa UNY berhasil membuat aplikasi yang bisa memberikan prediksi bencana erupsi gunung berapi. Pengukuran suhu udara secara berkala melalui aplikasi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari di lereng gunung berapi, dalam menentukan waktu yang tepat untuk evakuasi.

Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Debby Agustin (Biologi), Roni Marudut Situmorang (Pendidikan Geografi), Singgih Bekti Worsito (Pendidikan Teknik Mekatronika), Rifaldy Fajar (Matematika), Riana Dwi Kurniawati (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Prihantini (Matematika), Kristian Bayu Ardianto (Pendidikan Kepelatihan Olahraga) dan Lailatul Fitriyah (Pendidikan Biologi).

Penelitian tersebut berhasil meraih medali emas dan tiga penghargaan khusus dalam ajang The 2nd World Invention and Innovation Forum (WIIF) baru-baru ini di Foshan, China.

Adapun Penghargaan Khusus yang berhasil diraih diantaranya adalah Best Award yang diberikan oleh Women’s Inventors Association “NOVA”Bosnia dan Herzegovina, Gold Award yang diberikan oleh Manila Young Inventos Association, Philippines dan Appreciated Award yang diberikan oleh Indian Innovators Association, India.

Tim UNY yang saat itu diwakili oleh Debby Agustin dan Roni Marudut Situmorang mempresentasikan karya yang berjudul “Volcansmart : Pre-Disaster Mitigation Volcano Eruption Android App”. Volcansmart merupakan teknologi untuk memprediksi erupsi merapi melalui suhu dan tekanan berbasis android.

Debby Agustin melanjutkan, kegiatan ini diikuti inventor dari beberapa negara, di antaranya Jerman, India, Iran, Iraq, Lebanon, Malaysia, Mozambique, Maroko, Nigeria, Filiphina, Polandia, Serbia, Sudan, Swedia, Syria, Togo, Uni Emirat Arab (UAE), Uganda, USA, Vanuatu, Bosnia dan Herzegovina, Perancis, Japang, Singapura dan Korea.

Para peserta terbagi atas beberapa topik yaitu Artificial intelligence, Civil-military integration, Commercialization of invention achievements as well as the international technological transfers, Policies for innovations of science and technologies, Youth innovative education dan Imagination of future science and technology. (UNY/ IK-SS)

 

Check Also

Menelisik-Urgensi-Akreditasi-PTS-di-Daerah

Sarjana Jangan Terperangkap Cara Pandang Zaman Old !

Edupost.id – Rektor Sutrisna Wibawa menyampaikan, Rektor Sutrisna Wibawa dunia saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=