Kamis , 25 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Biskuit Clarias Peneliti IPB Jadi 10 Inovasi Terbaik
Biskuit-Clarias-Peneliti-IPB-Jadi-10-Inovasi-Terbaik
Biskuit Clarias Karya Peneliti IPB. (Foto: ipb)

Biskuit Clarias Peneliti IPB Jadi 10 Inovasi Terbaik

Edupost.id – Biskuit Clarias karya penelitin IPB, Clara Meliyanti Kusharto terpilih sebagai 10 karya inovasi Indonesia terbaik versi NIC-TGIF 2016 (National Innovation CompetitionTangerang Selatan Global Innovation Forum 2016). NIC merupakan bagian dari acara TGIF yang diusung oleh World Technopolis Association (WTA) bekerja sama dengan UNESCO yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

“Kompetisi inovasi nasional ini diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tangerang Selatan bersama dengan Business Innovation Center (BIC) sebagai event organizer,” ungkap wanita yang juga dosen di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam siaran pers.

Menurutnya dibandingkan dengan produk biskuit lain di pasaran, Biskuit Clarias bukan biskuit biasa yang cocok menjadi makanan tambahan/suplemen tinggi protein untuk balita gizi kurang. Selain itu, Biskuit Clarias juga dapat dijadikan sebagai pangan darurat(Emergency food) siap santap padat gizi. Biskuit Clarias adalah makanan kesehatan berbasis  tepung daging ikan lele yang kaya akan protein serta tepung bagian kepala dan tulang yang kaya akan kandungan mineral, terutama kalsium dan fosfor yang sangat dibutuhkan anak-anak untuk pertumbuhan

“Biskuit Clarias awalnya berbentuk bulat dengan tambahan gula icing. Saat ini sudah dikembangkan menjadi bentuk yang aman (tidak mudah patah), namun dengan tektur yang renyah berbentuk persegi panjang,” tuturnya.

Selain itu, tambahnya, untuk lansia Biskuit Clarias dimanfaatkan bersama “soft gel minyak ikan lele” sebagai hasil samping saat pembuatan tepung yang mengandung Omega 3 dan 6. Teruji, baik untuk mengatasi penyakit artherosklerosis dan Alzheimer dan siap di ‘scale up’  untuk dipasarkan. Sejak tahun 2011 Biskuit Clarias mulai diperkenalkan dan bisa diterima pasar. Pada tahun yang sama produk ini menjadi satu dari 103 inovasi baru paling prospektif di Indonesia.

“Kerjasama dengan pihak lain terus dilakukan untuk pengembangan produk Biskuit Clarias, sehingga produk yang telah memperoleh status paten pada 24 Maret 2016 ini kembali meraih penghargaan sebagai 10 inovasi terbaik versi NIC-TGIF 2016. Kesepuluh inovasi ini diharapkan dapat mendukung satu atau lebih dari 17 Sasaran Pembangunan Berkelanjutan(Sustainable Development Goals) yang ditetapkan oleh PBB,” jelasnya.

Menurut inovator dari IPB ini, Biskuit Clarias relevan untuk mendukung pencapaian pada 5 dari 17 Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, yaitu Pengentasan Kelaparan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Industri, Inovasi, dan Prasarana, Keseimbangan Produksi dan Konsumsi, serta Ketahanan Bencana.

Inovasi di bidang industri makanan ini berhasil menduduki peringkat 8 dari 143 proposal yang masuk ke dalam database NIC. Selain akan diterbitkan pada buku NIC-TGIF 2016, 10 karya inovasi terbaik akan diseleksi kembali menjadi tiga karya inovasi terbaik yang akan dianugerahi TGIF Award – 2016. Diharapkannya Biskuit Clarias karya Clara ini termasuk satu di antaranya.

Setelah sukses dalam kompetisi inovasi nasional, Biskuit Clarias juga diikutkan dalam Anugrah Inovasi dan Prakarsa Jawa Barat 2016.  Tanggal 18/7 Biskuit Clarias dinyatakan sudah lolos, masuk sampai tahap tinjauan lapangan ke unit pemasaran produksi inovasi Bogor Life Science and Technology (BLST)-IPB serta ke unit produksi tepung ikan lele di Carmelitha Lestari, Taman Dramaga Hijau. (IPB/Nisa)

Check Also

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Lima Prodi Favorit di IPB Tahun Ini

Edupost.id – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah diumumkan. Dari hasil tersebut diketahui, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *