Kamis , 23 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Cegah Banjir, Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Pemungut Sampah Sungai

Cegah Banjir, Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Pemungut Sampah Sungai

YOGYAKARTA – Sampah yang sering menumpuk pada aliran sungai di kota-kota masih menjadi masalah yang belum teratasi dengan baik. Warga yang kerap membuang sampah di sungai semakin memperparah masalah yang ada. Hal ini menjadi penyebab munculnya banjir. Melihat hal tersebut, sejumlah mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mendesain Rancang Bangun Inntopes atau alat pemungut sampah sungai.

Alat pengangkat sampah di sungai itu diciptakan oleh Slamet Riyanto, Robertus Kurnianto, Herdyanta Septian Putra, dan Febrian Erwin.

Slamet Riyanto, Ketua Kelompok menyampaikan,  alat Inntopes didesain untuk mengangkut sampah yang terdapat di aliran sungai dengan menggunakan sistem konveyor. Inntopes, lanjutnya, bekerja secara otomatis  menggunakan bantuan sensor-sensor yang digunakan untuk mendeteksi sampah.

“Tumpukan sampah pada sungai akan diangkut menuju ke atas dan dipindahkan ke bak sampah yang yang terletak di tepi sungai sehingga akan mempermudah petugas sampah untuk mengangkutnya,” paparnya.

Slamet menambahkan, alat ini terdiri dari beberapa komponen utama seperti bak penampungan sampah, motor listrik sebagai penggerak serta pengendalian berbasis mikrokontroller serta baterai.

“Alat ini telah di ujicobakan di Desa Babrik, Kelurahan Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan mendapat sambutan baik dari petani yang menggarap sawah disekitar sungai karena alat ini dapat mengurangi tingkat polusi,” terangnya.

Berdasar hasil ujicoba, sensor alat ini dapat bekerja ketika sampah sudah tertahan pada ruji-ruji, namun terkadang garpu pengangkutnya tersangkut dengan ruji-ruji sehingga alat akan terhambat. Slamet mengakui alat ini masih butuh penyempurnaan.

“Selain itu, konveyor juga bekerja dengan baik untuk mengarahkan sampah ke bak penampungan”, tuturnya.

“Alat ini memang masih hanya berfungsi saat ada sampah yang terdeteksi oleh sensor. Namun, kami berharap akan memicuu ide-ide lanjutan untuk pembuatan seperti alat pembersih sampah di sungai yang terjebak pada pinggir-pinggir sungai,”terangnya. (UNY/IK-SS)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *