Kamis , 27 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Cegah Longsor, UGM Digandeng BNPB Sediakan Alat Deteksi Dini

Cegah Longsor, UGM Digandeng BNPB Sediakan Alat Deteksi Dini

YOGYAKARTA – Longsor dan banjir masih mendominasi bencana di Indonesia yakni sekitar 80 persen. Hal ini diungkapkan Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB), Medi Herlianto. Atas kondisi tersebut, BNPB fokus dalam pengurangan resiko bencana longsor. Salah satunya melalui pemasangan berbagai alat sistem peringatan dini (EWS) di lokasi rentan gerakan tanah. UGM ikut membantu BNPB mencegah longsor dengan menyediakan alat deteksi dini EWS.

Medi menyampaikan, beberapa lokasi yang saat ini masih beresiko longsor antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Papua, dan Bali. “Penduduk yang terpapar longsor ini kurang lebih mencapai 40,9 juta jiwa. Tahun ini kita pasang EWS di 6 lokasi yang berada di Jawa Tengah dan Bali,” terangnya.

Rektor UGM, Dwikorita Karnawati menjelaskan, kerja sama antara BNPB dengan UGM merupakan langkah nyata dalam upaya pengurangan resiko bencana di tanah air. Upaya ini akan berhasil jika ada keinginan politik yang kuat dari pemerintah khususnya dalam penggunaan alat-alat deteksi longsor produksi dalam negeri.

Ia menambahkan, alat-alat deteksi longsor produksi dalam negeri sudah diujicobakan di beberapa lokasi yang rentan longsor, seperti Banjarnegara. Hasilnya cukup efektif dan tidak kalah dibandingkan dengan produk dari Jepang.

”UGM juga telah ditunjuk oleh konsorsium internasional longsor sebagai pusat unggulan dunia untuk pengurangan resiko bencana longsor,” ujarnya seperti dilanisr laman UGM. (IK/SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *