Sabtu , 25 November 2017
Home / Kabar Kampus / Cegah Osteoporosis dengan Bulu Babi Inovasi IPB
Cegah Osteoporosis dengan Bulu Babi Inovasi IPB
Cegah Osteoporosis dengan Bulu Babi Inovasi IPB

Cegah Osteoporosis dengan Bulu Babi Inovasi IPB

Edupost.id – Masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian utama pada Lanjut Usia (Lansia) adalah osteoporosis. Untuk mengatasinya, susu menjadi pilihan jitu. Namun susu sapi yang biasa dikonsumsi memiliki kadar lemak yang tinggi yang dapat memicu terjadinya stroke.

Sementara itu, bulu babi (Diadema setosum) merupakan salah satu produk perikanan yang telah menjadi komoditi penting di berbagai negara. Bagian dari bulu babi yang banyak dimanfaatkan selama ini adalah bagian gonadnya. Limbah cangkang bulu babi dengan nilai rendemen lebih dari 90% masih belum dimanfaatkan. Cangkang bulu babi memiliki kandungan mineral yang tinggi yang berpotensi dijadikan sumber kalsium alami.

Hal inilah yang mendasari Syahira Addina, Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan penelitian tentang produksi kalsium dari cangkang bulu babi. Syahira memproduksi kalsium dari cangkang bulu babi dalam ukuran nanopartikel dan menganalisis kecepatan penyerapannya yang telah difortifikasi dalam susu kedelai pada tikus Sprague Dawley.

Judul penelitiannya adalah Karakteristik Nanokalsium Cangkang Bulu Babi (Diadema setosum) dan Efektivitas Penyerapannya Secara In Vivo. Penelitian ini dilakukan dibawah bimbingan Dr Dra Pipih Suptijah, MBA dan Prof Dr Ir Dewi Apri Astuti, MS.

“Susu kedelai merupakan jenis susu imitasi karena bahan bakunya berasal dari bahan nabati. Susu kedelai ini memiliki kandungan gizi yang sangat baik karena mendekati kandungan gizi pada susu sapi. Namun, kandungan kalsiumnya masih tergolong rendah. Dalam 1 cup susu kedelai hanya terdapat 61 mg kalsium sedangkan dalam susu sapi mencapai 285 mg. Maka diperlukan fortifikasi nanokalsium pada susu kedelai untuk memenuhi kebutuhan kalsium lansia”, ungkapnya.

Syahira berharap hasil penelitiannya ini dapat memberikan informasi tentang pembuatan nanokalsium dari cangkang bulu babi (Diadema setosum). “Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi alternatif untuk membantu mengatasi permasalahan defisiensi kalsium pada lansia akibat menurunnya penyerapan kalsium, juga memberikan informasi tentang kecepatan penyerapan nanokalsium cangkang bulu babi”, tutupnya.

Check Also

Mahasiswa IPB Ciptakan Eco Selebgram untuk Generasi Millenial

Edupost.id – Yazidah Nur Rahmah, mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *