Minggu , 28 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Cegah Pencemaran, Mahasiswa Undip Ciptakan Penjernih Limbah Batik

Cegah Pencemaran, Mahasiswa Undip Ciptakan Penjernih Limbah Batik

SEMARANG – Limbah cair hasil produksi batik mengandung banyak senyawa kimia yang berbahaya. Umumnya limbah tersebut dibuang ke sungai dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal inilah yang mendorong tim mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan alat penjernih limbah cair batik yang dinamai Jonser (Joglo Water With Solar Radiation).

Tim mahasiswa Undip terdiri dari Yunita Indriyani, Alfin Darari, Yoyon Wahyono (Fisika), Rizki Januarita(Teknik Lingkungan) dan Budi Cahyo (Sistem Komputer).

“Melihat kondisi masyarakat yang sungainya telah tercemar limbah batik, kami dari Universitas Diponegoro bekerja sama menciptakan alat pengolah imbah cair industri batik sehingga mampu mengubah air yang keruh dan terkontaminasi logam berat menjadi air layak pakai,” ucap Yunita, Ketua Tim Jonser.

“Kami telah menguji bahwa air sungai yang tercemar limbah batik biasanya mengandung senyawa kimia yang berbahaya seperti, besi (Fe), sianida, tembaga dan nitrit yang beracun,” tambahnya.

Jonser merupakan alat berbentuk  rumah joglo yang dilengkapi dengan pipa yang telah dilapisi dengan nanomaterial  untuk proses penjernihannya. Alat penjernih ini dilengkapi dengan sensor kejernihan untuk mendeteksi jika air limbah batik telah jernih. Jonser bekerja dengan memanfaatkan cahaya matahari, sehingga ketika air limbah dialirkan didalam pipa-pipa yang saling terhubung secara berkelanjutan  proses penjernihan akan terus berangsung hingga air limbah batik menjadi jernih dan siap untuk digunakan.

Kedepannya, lanjut Yunita,  jonser akan diaplikasikan ke pengrajin batik baik dalam skala rumah tangga maupun dalam skala industri batik yang lebih besar. Dengan tujuan ke kota-kota besar penghasil kerajinan batik seperti Pekalongan, Solo dan Yogyakarta.

“Harapan kami dari Penelitian  yang  merupakan  hasil  dari program kreativitas mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) diharapkan semoga dapat dikembangkan dan mampu menyediakan air bersih bagi masyarakat yang sungainya telah tercemar,” ucapnya. (IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *