Kamis , 14 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Cinta Buah Lokal Berkat Permainan Edukatif Inovasi IPB
Buah-buahan

Cinta Buah Lokal Berkat Permainan Edukatif Inovasi IPB

Edupost.id – Tim Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat inovasi untuk menumbuhkan cinta buah lokal melalui permainan edukatif. Ide tersebut tertuang dalam essay berjudul “Fruzle” (Fruit Puzzle): Permainan Edukatif untuk Mewujudkan Generasi Pencinta Buah Lokal dengan Modifikasi Puzzle Game.

Berkat temuan itu, mereka berhasil menjadi juara di The 10th Annual Ling Art Essay Competition (LAEC) 2017 yang diadakan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (1/10). Mereka adalah Sururum Marfuah Hash (Departemen Agronomi dan Hortikultura) dan Hafidlotul Fatimah Ahmad (Departemen Ilmu Komputer). Keduanya berhasil menyabet gelar Juara 2 pada ajang bergengsi tersebut.

“Ide awal essay ini datang dari unggulnya posisi buah impor di Indonesia dibanding buah lokal. Masyarakat Indonesia masih memandang bahwa buah impor lebih baik daripada buah lokal. Seperti misalnya, Pepaya California yang lebih diminati masyarakat, padahal pepaya tersebut diproduksi juga dalam negeri dengan nama awal Pepaya Kalina”, ungkap Sururum.

Ketersediaan buah impor yang melimpah adalah sebuah ancaman yang akan membunuh potensi buah lokal. Mereka melihat kondisi ini adalah sebuah permainan politik dunia kapitalis dalam mengendalikan pasar dunia. “Fruzle ini juga bisa menjadi alternatif dalam mengalihkan kecanduan anak terhadap penggunaan gadget yang belum sepantasnya digunakan secara berlebihan oleh anak”, kata Fatim.

Menurut Fatim, Fruzle merupakan salah satu alternatif permainan edukatif yang akan melatih kemampuan kognitif anak dalam mengenali potensi buah lokal. Desainnya yang menarik merupakan cara untuk menarik minat anak dan memberikan ingatan yang kuat dalam membangun pola pikir mandiri, serta membangun kecintaan anak terhadap bidang pertanian.  (IK-SS)

Check Also

Mahasiswa IPB Ciptakan Eco Selebgram untuk Generasi Millenial

Edupost.id – Yazidah Nur Rahmah, mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *