Senin , 29 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Dewan Mahasiswa Justicia UGM Minta Pendidikan Seks Masuk Kurikulum

Dewan Mahasiswa Justicia UGM Minta Pendidikan Seks Masuk Kurikulum

Edupost.ID, Yogyakarta – Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak-anak membuat wacana memasukkan pendidikan seks ke kurikulum nasional semakin mengemuka. Salah satunya dari Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Untuk menyampaikan sikapnya ini, Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum UGM menggelar aksi damai di sekitar Tugu Yogyakarta, (22/11).

Dalam rilisnya, mereka menyatakan, seharusnya anak-anak sudah dibekali pengetahuan agar dapat membantu mereka mengerti tenang diri mereka dan bagaimana memperlakukannya. Selain itu, anak juga harus mengerti bahwa ada bagian-bagian tubuhnya yang harus dijaga dan tidak boleh disentuh oleh sembarang orang. Dengan begitu, kita dapat mengedukasi anak agar mereka terhindar dari para pelaku kekerasan seksual. Hal itu disampaikan melalui rilis kepada wartawan ketika aksi.

“Kami sepakat bahwa pendidikan seksual harus masuk kurikulum,” ungkap Royyan, koordinator lapangan aksi ketika ditemui di sela-sela kegiatan.

Ditambahkannya, pendidikan seks sebaiknya disusun melihat kebutuhan anak sesuai tingkat pendidikan. Selain itu, juga harus dibuat secara terintegritas dengan materi pendidikan yang lainnya. Para tenaga pendidik dan orang tua juga harus dipersiapkan agar dapat memberikan edukasi dengan maksimal dan menjadi contoh bagi anak didik, dan agar pendidikan seks tidak hanya terjadi di dalam kelas melainkan juga bisa ditanamkan di luar kelas, seperti konseling atau pendidik yang mendengarkan cerita anak didiknya di luar kelas.

Untuk menerapkan pendidikan seks, mahasiswa meminta  undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional harus direvisi, terlebih Bab X mengenai kurikulum. Aspek pendidikan seks harus dimasukkan ke dalam UU ini, khususnya pada aspek dan kurikulum pendidikan seks sehingga dapat diterapkan dengan maksimal dan memiliki dasar penerapannya.

Selain itu, pada aksi ini mahasiswa juga menyatakan mendukung penerapan hukuman kebiri kepada pelaku kekerasan seksual pada anak. “Saya pribadi sepakat dngan hukuman ini agar menimbulkan efek jera. Secara hukum, kekerasan ini telah melanggar HAM,” ujar Royyan lagi. (Andi)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *